Gorontalo – Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) selama ini menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam mendukung kesehatan ibu hamil dan menekan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Namun, sebuah penelitian terbaru dari dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) menunjukkan bahwa kepemilikan dan pemanfaatan Buku KIA saja belum cukup untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil apabila tidak disertai dengan edukasi yang aktif dan berkelanjutan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Volume 5 Nomor 2 Tahun 2026 tersebut dilakukan oleh Nurhaliza Salim bersama Maimun Ihsan, dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., Dr. dr. Sri Andriani Ibrahim, M.Kes., dan Dian Pratiwi Iman. Studi ini mengkaji efektivitas pemanfaatan Buku KIA terhadap pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kota Timur, Kota Gorontalo.
Buku KIA sebenarnya dirancang sebagai media edukasi kesehatan yang memuat informasi lengkap mengenai kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga tumbuh kembang anak. Selain menjadi catatan pelayanan kesehatan, buku ini juga berfungsi sebagai panduan bagi keluarga dalam mengenali tanda bahaya selama kehamilan. Keberadaan Buku KIA menjadi semakin penting mengingat Indonesia masih menghadapi tantangan tingginya angka kematian ibu. Data yang dikutip dalam penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2020 terdapat sekitar 287.000 kematian ibu secara global, sementara Indonesia masih mencatat angka kematian ibu yang relatif tinggi dibandingkan dengan sejumlah negara ASEAN. Di Provinsi Gorontalo sendiri, angka kematian ibu memang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, namun masih berada di atas target nasional menuju tahun 2030. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya peningkatan literasi kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil.
Penelitian dilakukan menggunakan desain cross-sectional dari Juli hingga September 2025 dengan melibatkan 50 ibu hamil yang memiliki usia kehamilan antara 16 hingga 42 minggu dan telah memiliki Buku KIA. Para responden diminta mengisi kuesioner yang telah tervalidasi untuk mengukur sejauh mana mereka memanfaatkan Buku KIA sekaligus menilai tingkat pengetahuan mengenai kesehatan kehamilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
Namun, analisis statistik menggunakan uji Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan Buku KIA dengan tingkat pengetahuan ibu hamil (p = 0,634).
Mengapa Buku KIA Belum Efektif?Temuan tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa tingginya kepemilikan maupun penggunaan Buku KIA belum otomatis meningkatkan pemahaman ibu mengenai kesehatan kehamilan.
Penelitian mengidentifikasi beberapa faktor yang menjadi penyebab, antara lain: ibu hamil belum memiliki kebiasaan membaca isi Buku KIA secara rutin; Buku KIA lebih sering dianggap sebagai dokumen administrasi atau catatan pemeriksaan kesehatan; informasi di dalam buku belum didiskusikan secara aktif bersama tenaga kesehatan; proses edukasi selama pemeriksaan kehamilan masih lebih berfokus pada pelayanan klinis dibandingkan dengan pemanfaatan isi Buku KIA. Dengan kata lain, keberhasilan Buku KIA tidak hanya bergantung pada distribusi buku kepada masyarakat, tetapi juga pada bagaimana buku tersebut digunakan sebagai media komunikasi antara tenaga kesehatan dan ibu hamil.
Perlu Edukasi yang Lebih InteraktifPeneliti menilai bahwa optimalisasi Buku KIA memerlukan pendekatan edukasi yang lebih interaktif. Tenaga kesehatan, terutama bidan dan petugas di puskesmas, diharapkan tidak hanya membagikan buku, tetapi juga secara aktif mengajak ibu membaca, memahami, dan mendiskusikan setiap informasi yang terdapat di dalamnya. Pendekatan tersebut dapat dilakukan melalui: kelas ibu hamil; konseling individual saat pemeriksaan antenatal (ANC); diskusi kelompok bersama keluarga; media edukasi digital yang terintegrasi dengan isi Buku KIA; pendampingan oleh kader kesehatan di masyarakat. Melalui strategi tersebut, Buku KIA dapat berfungsi sebagai media pembelajaran yang hidup, bukan sekadar dokumen yang disimpan di rumah.
Literasi Kesehatan Menjadi Kunci Pencegahan Risiko KehamilanPengetahuan yang baik mengenai kehamilan membantu ibu mengenali tanda bahaya sejak dini, memahami pentingnya pemeriksaan rutin, menjaga status gizi, serta mengambil keputusan yang tepat ketika terjadi keadaan darurat. Peningkatan literasi kesehatan juga berkontribusi terhadap pencegahan komplikasi kehamilan, persalinan yang lebih aman, dan kesehatan bayi yang lebih baik. Penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo ini memperkuat pesan bahwa keberhasilan program kesehatan maternal tidak hanya ditentukan oleh tersedianya fasilitas atau media edukasi, tetapi juga oleh kualitas komunikasi, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat. Buku KIA akan memberikan manfaat yang optimal apabila menjadi bagian dari proses edukasi yang aktif, berkelanjutan, dan melibatkan tenaga kesehatan serta keluarga dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran