KKN Profesi Kesehatan UNG Dorong Peran Ayah dalam Kesiapsiagaan Kehamilan melalui Gerakan Ayah Siaga

Oleh: Jesica Mulyadi . 30 Juli 2026 . 12:05:50

GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mendorong peningkatan keterlibatan suami dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi melalui program “Gerakan Ayah Siaga” di Desa Lauwonu, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Program yang mencapai puncaknya pada Rabu (29/7/2026) tersebut dirancang sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang mendorong perubahan peran suami, bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendamping ibu, pengambil keputusan, serta bagian penting dalam kesiapsiagaan keluarga menghadapi kehamilan hingga persalinan.

Kegiatan puncak Gerakan Ayah Siaga dihadiri oleh ibu hamil, para ayah, kader kesehatan dan kader Posyandu, Kepala Desa Lauwonu, Camat Tilango, Kepala Puskesmas, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PK UNG. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya dukungan lintas sektor dalam memperkuat peran keluarga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ibu dan bayi.

Kepala Desa Lauwonu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Gerakan Ayah Siaga. Menurutnya, keterlibatan keluarga, khususnya suami, menjadi hal penting dalam mendampingi ibu sejak masa kehamilan hingga persalinan. Dukungan pemerintah desa juga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program sehingga Gerakan Ayah Siaga tidak berhenti setelah mahasiswa KKN-PK UNG menyelesaikan masa pengabdiannya. Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Lauwonu, Akmal Zulfan Mobonggi, mengatakan Gerakan Ayah Siaga lahir dari pentingnya keterlibatan suami dalam setiap tahapan kehamilan.

Menurutnya, kesiapan menghadapi kehamilan dan persalinan tidak semestinya hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga. “Gerakan Ayah Siaga kami arahkan agar suami tidak hanya hadir ketika terjadi kondisi darurat, tetapi sudah terlibat sejak masa kehamilan. Mulai dari mendukung pemeriksaan ANC, memahami tanda bahaya, membantu persiapan persalinan, sampai mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi kegawatdaruratan,” ujar Akmal.

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengenali risiko kehamilan, mendukung pemeriksaan antenatal care (ANC), mempersiapkan persalinan, serta mengambil tindakan secara cepat ketika terjadi kondisi kegawatdaruratan.

Gerakan Ayah Siaga dilaksanakan melalui sejumlah rangkaian kegiatan yang melibatkan mahasiswa lintas profesi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, ibu hamil, serta para suami. Rangkaian kegiatan diawali dengan deklarasi dan komitmen lintas sektor. Selanjutnya, mahasiswa melaksanakan Kelas Ayah Siaga yang membahas berbagai materi, mulai dari kehamilan sehat, pemeriksaan ANC, tanda bahaya kehamilan, peran suami, pemenuhan nutrisi, hingga penggunaan obat dan suplemen.

Pendampingan juga dilakukan melalui kegiatan home visit. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membantu keluarga menyusun Rencana Ayah Siaga yang mencakup sejumlah aspek penting, seperti tempat persalinan, transportasi, pendamping persalinan, pembiayaan, calon pendonor darah, hingga rencana rujukan apabila terjadi kondisi kegawatdaruratan.

Kesiapsiagaan keluarga kemudian diperkuat melalui simulasi kegawatdaruratan obstetri. Simulasi tersebut bertujuan melatih keluarga agar mampu memberikan respons yang cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat yang dapat mengancam keselamatan ibu maupun bayi. Seluruh rangkaian kegiatan mendapatkan pendampingan dari DPL KKN-PK UNG, yakni Dr. dr. Sri A. Ibrahim, M.Kes., dr. St. Rahma, M.Kes., Sp.PK., serta Mihrawati S. Antu, S.Kep., Ns., M.Kep.

Tidak hanya berfokus pada kegiatan edukasi selama pelaksanaan KKN, mahasiswa KKN-PK UNG juga mendorong keberlanjutan program melalui pembentukan Kelompok Ayah Siaga. Selain itu, disusun pula SOP Gerakan Ayah Siaga Desa serta grup komunikasi yang melibatkan keluarga, kader, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan. Pembentukan perangkat tersebut diharapkan menjadi mekanisme koordinasi yang dapat terus berjalan setelah mahasiswa KKN-PK meninggalkan Desa Lauwonu.

Melalui Gerakan Ayah Siaga, mahasiswa KKN-PK UNG berupaya mendorong perubahan paradigma mengenai peran suami dalam kesehatan ibu dan anak. Suami diharapkan tidak lagi hanya berperan sebagai pendamping ketika persalinan atau kondisi darurat terjadi, tetapi menjadi bagian aktif dalam kesiapsiagaan keluarga sejak masa kehamilan.

Kolaborasi antara keluarga, kader kesehatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan risiko kehamilan serta membangun keluarga yang lebih siap menghadapi kehamilan, persalinan, dan kemungkinan kegawatdaruratan ibu maupun bayi.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran