Kolaborasi Lintas Fakultas UNG Hadirkan Smart CornShield, Solusi Berbasis Potensi Lokal untuk Kesehatan Masyarakat

Oleh: Jesica Mulyadi . 10 Juli 2026 . 22:33:48

Sources: https://rri.co.id/gorontalo/

GORONTALO – Inovasi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat terus berkembang melalui pemanfaatan potensi lokal. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG), dr. Dian Pratiwi Iman, M.Kes., bersama tim dosen Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG mengembangkan Smart CornShield, inovasi berupa briket biokoil berbahan limbah jagung yang diperkaya dengan minyak atsiri sereh sebagai upaya mendukung pencegahan malaria sekaligus memberdayakan masyarakat di Desa Mohungo, Kabupaten Gorontalo. Program pengabdian kepada masyarakat tersebut memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026, sebagai bagian dari penguatan hilirisasi hasil riset perguruan tinggi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan pada 26 Juni 2026 di Aula Kantor Desa Mohungo dengan melibatkan pemerintah desa, Karang Taruna, kader masyarakat, serta tim pelaksana. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan Smart CornShield di rumah salah satu anggota Karang Taruna sehingga memperoleh pengalaman menyeluruh mulai dari proses produksi hingga pengembangan produk.

Tim pengabdian diketuai oleh Tri Septian Maksum, S.KM., M.Kes., dengan anggota Wiwit Zuriati Uno, S.Farm., M.Si., dan dr. Dian Pratiwi Iman, M.Kes. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menghasilkan inovasi yang memanfaatkan limbah tongkol dan kulit jagung menjadi briket biokoil yang diperkaya dengan minyak atsiri sereh. Produk ini dirancang sebagai alternatif ramah lingkungan yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memanfaatkan aroma alami sereh yang berpotensi membantu mengurangi keberadaan nyamuk di lingkungan masyarakat.

Bagi dr. Dian Pratiwi Iman, M.Kes., keterlibatan Fakultas Kedokteran dalam program ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian penyakit berbasis masyarakat tidak selalu bergantung pada intervensi kuratif. Pendekatan promotif dan preventif melalui inovasi yang memanfaatkan sumber daya lokal dinilai mampu menjadi solusi yang lebih berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. Smart CornShield lahir dari potensi Desa Mohungo sebagai salah satu sentra pertanian jagung yang menghasilkan limbah pertanian dalam jumlah besar. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan diolah menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna.

Ketua Tim Pengabdian, Tri Septian Maksum, S.KM., M.Kes., mengatakan bahwa Smart CornShield merupakan bentuk integrasi antara inovasi teknologi, kesehatan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi. "Melalui program ini kami ingin menunjukkan bahwa limbah pertanian memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikelola dengan baik. Smart CornShield bukan sekadar produk briket, tetapi merupakan model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek kesehatan, lingkungan, kewirausahaan, dan inovasi teknologi. Harapannya, Karang Taruna Desa Mohungo dapat menjadi motor penggerak lahirnya usaha kreatif berbasis potensi lokal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik pengolahan limbah jagung, proses karbonisasi, pencampuran bahan, pencetakan briket, formulasi minyak atsiri sereh, teknik pengeringan, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran. Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

Pemerintah Desa Mohungo mengapresiasi inovasi yang dinilai mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni pengelolaan limbah pertanian dan penguatan kesehatan lingkungan. Smart CornShield diharapkan berkembang menjadi produk unggulan desa yang diproduksi secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka peluang kerja bagi generasi muda.

Program ini mencerminkan semakin kuatnya peran perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara Fakultas Kedokteran UNG, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, pemerintah desa, dan Karang Taruna, Smart CornShield diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi yang dapat direplikasi di berbagai daerah sentra jagung di Indonesia. Selain mendukung pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan, inovasi ini juga memperkuat upaya promotif dan preventif dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

 

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran