
GORONTALO – Upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo bersama Puskesmas Tibawa, Pemerintah Desa Datahu, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyelenggarakan kegiatan Tracking Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu (30/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 90 peserta yang merupakan masyarakat Desa Datahu.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas deteksi dini kasus TBC sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Melalui integrasi layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan skrining tuberkulosis, masyarakat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara komprehensif dan tanpa biaya. Kepala Puskesmas Tibawa, dr. Sofyawati Hamzah, menegaskan bahwa deteksi dini merupakan langkah penting dalam memutus rantai penularan TBC. Menurutnya, semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pengobatan dapat diberikan sehingga peluang kesembuhan pasien menjadi lebih besar.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis di puskesmas, terutama bagi warga yang mengalami batuk selama lebih dari dua minggu atau memiliki gejala yang mengarah pada tuberkulosis. Partisipasi aktif masyarakat, menurutnya, menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengendalian penyakit tersebut.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Noneng Nasibu, S.K.M., menyampaikan bahwa kegiatan Tracking TBC Terintegrasi CKG merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menemukan kasus TBC sedini mungkin sekaligus memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan dapat menyebar melalui percikan dahak saat penderita batuk, bersin, maupun berbicara. Oleh karena itu, masyarakat yang mengalami batuk selama dua minggu atau lebih diimbau segera memeriksakan diri ke puskesmas karena pemeriksaan dan pengobatan TBC disediakan secara gratis oleh pemerintah.
Pemerintah Desa Datahu turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Sekretaris Desa Datahu, Andiar Napu, A.Md., yang mewakili Kepala Desa, menyampaikan bahwa program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena mempermudah akses pemeriksaan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran untuk melakukan deteksi dini sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Usai pembukaan, peserta mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan dasar dalam layanan CKG yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kadar kolesterol, serta asam urat. Setelah itu, peserta menjalani skrining TBC melalui anamnesis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi riwayat kesehatan, gejala, dan faktor risiko tuberkulosis sebagai dasar penentuan tindak lanjut pemeriksaan.
Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, dan perguruan tinggi. Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo berperan aktif membantu proses registrasi peserta, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, hingga skrining TBC. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya mendukung kelancaran pelayanan, tetapi juga menjadi implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Selain memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini tuberkulosis dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat upaya percepatan eliminasi TBC, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit, serta mendukung terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik di Kabupaten Gorontalo.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran