Mahasiswa KKN PK UNG Gandeng KPA Edukasi HIV/AIDS dan IMS kepada Masyarakat Desa Datahu

Oleh: Jesica Mulyadi . 1 Agustus 2026 . 15:40:06

Kabupaten Gorontalo – Upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terus dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKN PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Melalui kolaborasi bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), mahasiswa menyelenggarakan kegiatan Edukasi HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang berlangsung di Aula Kantor Desa Datahu pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari masyarakat Desa Datahu. Kegiatan edukasi ini menjadi bagian dari program kerja Mahasiswa KKN PK UNG Tahun 2026 yang berfokus pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberian informasi kesehatan yang akurat, ilmiah, dan mudah dipahami. Edukasi menghadirkan narasumber dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Franky Adam, S.Sos., yang memberikan materi mengenai HIV/AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), serta strategi pencegahannya.

Koordinator Desa KKN PK UNG Desa Datahu, Rafly Ramadhani Kurnia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi antara mahasiswa KKN PK Universitas Negeri Gorontalo dan Pemerintah Desa Datahu dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), khususnya Bapak Franky Adam, S.Sos., yang telah berkenan hadir memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Datahu. Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai HIV/AIDS, memahami cara pencegahannya, serta semakin peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Lalunga, Riston Mutaha, yang mewakili Pemerintah Desa Datahu menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala Desa karena sedang dalam kondisi kurang sehat. Ia mengapresiasi inisiatif Mahasiswa KKN PK UNG dan KPA yang telah menghadirkan kegiatan edukatif bagi masyarakat. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Mahasiswa KKN PK Universitas Negeri Gorontalo dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Semoga melalui edukasi ini masyarakat semakin memahami HIV/AIDS sehingga mampu menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari berbagai risiko penyakit," ungkapnya.

Dalam pemaparannya, narasumber dari KPA, Franky Adam, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa KKN PK UNG terhadap isu kesehatan masyarakat. Menurutnya, edukasi HIV/AIDS masih sangat diperlukan karena masih banyak masyarakat yang memperoleh informasi yang kurang tepat mengenai penyakit tersebut. "Kami mengapresiasi inisiatif Mahasiswa KKN PK Universitas Negeri Gorontalo yang telah menghadirkan edukasi HIV/AIDS di Desa Datahu. Edukasi seperti ini sangat penting untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai HIV/AIDS sehingga masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang keliru, mampu menerapkan perilaku hidup sehat, serta bersama-sama menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV)," jelas Franky Adam.

Pada sesi materi, peserta memperoleh penjelasan mengenai perbedaan antara Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). HIV dijelaskan sebagai virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS merupakan kondisi lanjut akibat infeksi HIV yang menyebabkan menurunnya kemampuan tubuh dalam melawan berbagai penyakit.

Selain itu, narasumber menjelaskan bahwa HIV hanya dapat ditularkan melalui tiga jalur utama, yakni melalui darah yang terkontaminasi, hubungan seksual berisiko, serta penularan dari ibu kepada bayi selama masa kehamilan, persalinan, atau menyusui. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai perjalanan infeksi HIV, gejala yang dapat muncul pada stadium lanjut, serta pentingnya melakukan pemeriksaan HIV sebagai satu-satunya cara untuk mengetahui status infeksi secara pasti. Tidak hanya membahas penularan, Franky Adam juga meluruskan berbagai mitos yang masih berkembang di masyarakat. Ia menegaskan bahwa HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari, seperti berjabat tangan, berpelukan, makan bersama, berbagi peralatan makan, maupun menggunakan fasilitas umum yang sama.

Sebagai upaya pencegahan, peserta diperkenalkan pada prinsip ABCD, yaitu Abstinence (menghindari hubungan seksual berisiko), Be Faithful (setia kepada satu pasangan), Condom (menggunakan kondom pada hubungan seksual berisiko), dan Don't Inject Drugs (tidak menggunakan narkoba suntik maupun berbagi jarum suntik). Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) serta berperan sebagai agen edukasi di lingkungan masing-masing. Diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memahami HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS). Berbagai pertanyaan diajukan peserta, mulai dari cara penularan, pencegahan, hingga pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan HIV.

Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKN PK Universitas Negeri Gorontalo Desa Datahu tahun 2026 berharap masyarakat memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai HIV/AIDS dan IMS, mampu menerapkan perilaku hidup sehat, meningkatkan kesadaran untuk melakukan pencegahan sejak dini, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat, inklusif, dan bebas stigma terhadap orang dengan HIV.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran