Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Edukasi Pencegahan Bullying bagi Siswa Sekolah Dasar di Gorontalo

Oleh: Jesica Mulyadi . 30 Juli 2026 . 12:01:19

GORONTALO – Upaya membangun lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar edukasi dan simulasi pencegahan bullying bagi siswa SDN 8 Tabongo, Kabupaten Gorontalo, sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat di Desa Ilomangga, Kecamatan Tabongo.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (29/7/2026) tersebut diikuti oleh siswa kelas IV, V, dan VI dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai bullying, dampaknya terhadap kesehatan mental dan proses belajar, serta menumbuhkan budaya saling menghormati dan menghargai di lingkungan sekolah sejak usia dini.

Kepala SDN 8 Tabongo, Arifin Muhammad Eyato, S.Pd., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG yang menghadirkan edukasi tentang pencegahan bullying di sekolahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan bekal pengetahuan yang penting bagi para siswa agar mampu mengenali bentuk-bentuk perundungan sekaligus mencegah terjadinya tindakan bullying di lingkungan sekolah.

"Kami berharap materi yang disampaikan dapat meningkatkan kesadaran siswa sehingga tercipta suasana belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai," ujarnya.

Koordinator Desa KKN Profesi Kesehatan UNG Desa Ilomangga, Raihan Pratama Trifandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh mahasiswa KKN dalam menjawab kebutuhan edukasi kesehatan sosial di lingkungan sekolah. Ia berharap program tersebut tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak dan bebas dari perundungan.

Materi edukasi disampaikan oleh Clarystie Viola Goma, yang menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikologis. Dalam pemaparannya, siswa diperkenalkan pada berbagai bentuk bullying, meliputi bullying fisik, verbal, dan mental atau psikologis, beserta penyebab, dampak, dan langkah-langkah pencegahannya.

Selain memahami karakteristik bullying, para siswa juga diberikan pengetahuan mengenai dampak yang dapat ditimbulkan, baik bagi korban maupun pelaku. Korban bullying berisiko mengalami penurunan rasa percaya diri, ketakutan, gangguan emosional, hingga kesulitan dalam proses belajar. Sementara itu, pelaku juga dapat menerima konsekuensi berupa sanksi sekolah, kehilangan kepercayaan dari lingkungan sekitar, hingga berpotensi mengulangi perilaku negatif apabila tidak mendapatkan pembinaan yang tepat.

Mahasiswa KKN juga menekankan pentingnya peran saksi atau bystander dalam mencegah terjadinya bullying. Siswa diajak untuk tidak bersikap pasif ketika menyaksikan tindakan perundungan, melainkan berani melaporkan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya serta memberikan dukungan kepada teman yang menjadi korban.

Untuk meningkatkan pemahaman peserta, edukasi dilanjutkan dengan simulasi (role play) yang diperankan oleh Disya Fatima Azzahra Gobel bersama sejumlah siswa. Melalui simulasi tersebut diperagakan berbagai situasi yang sering terjadi di lingkungan sekolah, sekaligus cara merespons tindakan bullying secara tepat, seperti menolak perilaku perundungan, meminta bantuan kepada guru atau orang tua, serta memberikan dukungan kepada korban.

Metode pembelajaran yang interaktif membuat suasana kegiatan berlangsung aktif dan komunikatif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi, diskusi, hingga simulasi. Mereka juga aktif menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang saling menghargai.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo berharap edukasi mengenai pencegahan bullying dapat menumbuhkan keberanian siswa untuk menolak dan melaporkan tindakan perundungan, sekaligus memperkuat budaya saling menghormati, peduli, dan menjaga sesama. Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya sekolah yang aman, inklusif, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran