Kabupaten Gorontalo – Penanaman kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah menjadi salah satu investasi penting dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. Mendukung upaya tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa SDN 4 Tibawa pada Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SDN 4 Tibawa ini diikuti oleh 50 peserta, terdiri atas 19 siswa kelas V dan 31 siswa kelas VI. Melalui edukasi yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan, mahasiswa berupaya meningkatkan pengetahuan serta kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh mahasiswa KKN-PK, Mohammad Putra Habibie, selaku pembawa acara. Selanjutnya, Koordinator Desa KKN-PK Desa Balahu, Fikran Gharib Al Hidayah, menyampaikan sambutan yang menekankan bahwa kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat sering kali diabaikan oleh anak-anak usia sekolah, padahal memiliki peran penting dalam mencegah berbagai penyakit menular, termasuk diare.
"Penerapan PHBS harus dibangun sejak usia dini karena kebiasaan baik yang ditanamkan di sekolah akan menjadi bekal penting bagi anak dalam menjaga kesehatan dirinya, keluarga, dan lingkungan," ungkapnya.
Materi edukasi disampaikan oleh Rahmadaniar Badjuka, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, yang menjelaskan konsep PHBS secara sederhana dan mudah dipahami. Dalam pemaparannya, siswa diperkenalkan pada pentingnya menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan makanan dan lingkungan, serta membiasakan perilaku hidup sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.
Untuk meningkatkan partisipasi peserta, mahasiswa menghadirkan sesi tanya jawab interaktif yang disertai pembagian doorprize bagi siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Antusiasme siswa semakin terlihat ketika kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan edukatif yang dipandu oleh Abdul Rahman Sunati. Melalui pendekatan belajar sambil bermain, materi kesehatan dapat diterima dengan lebih mudah dan menyenangkan oleh peserta didik.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan Kepala SDN 4 Tibawa, para wali kelas, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG, serta seluruh siswa peserta kegiatan sebagai simbol kolaborasi antara dunia pendidikan dan perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan anak usia sekolah.
Program edukasi PHBS ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Dengan pendekatan edukatif yang interaktif dan berbasis partisipasi, mahasiswa berharap dapat membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini sehingga mampu menurunkan risiko penyakit yang dapat dicegah melalui perubahan perilaku.
Melalui sinergi antara sekolah, masyarakat, dan perguruan tinggi, edukasi PHBS diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan sekaligus mendukung agenda pembangunan kesehatan nasional yang berorientasi pada upaya promotif dan preventif.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran