Pola Lemak Darah Jadi Alarm Dini Stroke: Studi di Gorontalo Ungkap Pentingnya Menjaga Kolesterol

Oleh: Jesica Mulyadi . 22 Juli 2026 . 11:04:38

Gorontalo – Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Di balik kondisi tersebut, kadar lemak dalam darah atau profil lipid ternyata memegang peranan penting dalam meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke iskemik, yaitu jenis stroke yang terjadi akibat penyumbatan aliran darah ke otak. Temuan ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo di RSUD Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo. Penelitian yang dipublikasikan dalam JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Volume 5 Nomor 1 Tahun 2026 tersebut menggambarkan profil lipid pada pasien stroke iskemik akut selama tahun 2024.

Penelitian menggunakan data rekam medis sebanyak 165 pasien berusia 25–75 tahun yang menjalani pemeriksaan profil lipid lengkap, meliputi kolesterol total, LDL (kolesterol jahat), HDL (kolesterol baik), dan trigliserida. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk melihat gambaran karakteristik pasien dan kondisi kadar lemak darah mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki mendominasi kasus stroke iskemik akut, yakni sebanyak 60,6 persen, sedangkan kelompok usia terbanyak berada pada rentang 55–64 tahun dengan proporsi 42,4 persen. Temuan ini memperlihatkan bahwa risiko stroke meningkat seiring bertambahnya usia dan lebih banyak terjadi pada pria, yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis dan gaya hidup.

Dari sisi profil lipid, sebagian besar pasien memiliki kadar kolesterol total yang sedikit tinggi (41,2 persen). Selain itu, 40,6 persen pasien memiliki kadar LDL di atas batas optimal, sedangkan 53,9 persen memiliki kadar HDL yang rendah. Menariknya, hampir setengah responden (44,8 persen) masih memiliki kadar trigliserida dalam kategori normal. Menurut para peneliti, kombinasi LDL yang tinggi dan HDL yang rendah merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. LDL yang berlebihan dapat menumpuk pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak aterosklerosis. Lama-kelamaan, plak tersebut dapat mempersempit bahkan menyumbat aliran darah menuju otak sehingga memicu stroke iskemik.

Sebaliknya, HDL berfungsi membantu mengangkut kelebihan kolesterol dari pembuluh darah menuju hati untuk dibuang. Ketika kadar HDL rendah, kemampuan tubuh membersihkan kolesterol juga menurun sehingga proses pembentukan plak berlangsung lebih cepat. Penelitian ini juga menyoroti bahwa pola makan masyarakat, termasuk konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol, dapat berkontribusi terhadap terjadinya dislipidemia. Oleh karena itu, perubahan gaya hidup menjadi salah satu langkah paling efektif dalam mencegah stroke.

Para peneliti merekomendasikan kepada masyarakat untuk mulai menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, biji-bijian utuh, ikan, serta membatasi makanan tinggi lemak jenuh, makanan olahan, dan gorengan. Aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, serta mengendalikan tekanan darah dan kadar gula darah juga menjadi bagian penting dalam menurunkan risiko stroke. Selain perubahan gaya hidup, pemeriksaan profil lipid secara berkala juga disarankan, terutama bagi individu berusia di atas 40 tahun atau mereka yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes melitus, obesitas, maupun riwayat penyakit jantung dan stroke dalam keluarga. Pemeriksaan sederhana ini dapat membantu mendeteksi gangguan kadar kolesterol sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum terjadi komplikasi.

Penelitian ini memberikan gambaran penting mengenai karakteristik profil lipid pasien stroke iskemik di Gorontalo sekaligus memperkuat bukti bahwa dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko utama stroke yang dapat dimodifikasi. Dengan deteksi dini, pengelolaan kadar kolesterol, dan penerapan gaya hidup sehat, risiko terjadinya stroke dapat ditekan sehingga kualitas hidup masyarakat dapat terus ditingkatkan.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran