Rokok dan Petani: Ancaman yang Sering Dianggap Biasa, Padahal Berbahaya

Oleh: Jesica Mulyadi . 12 Juli 2026 . 19:18:12

Ketika berbicara tentang petani, yang terbayang di benak banyak orang adalah sosok pekerja keras yang setiap hari mengolah sawah atau ladang demi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Aktivitas mereka identik dengan udara terbuka dan lingkungan alami, sehingga banyak orang menganggap petani memiliki kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan pekerja di perkotaan. Namun, anggapan tersebut tidak selalu benar. Di balik rutinitas bertani, terdapat ancaman kesehatan yang sering luput dari perhatian, yaitu gangguan fungsi paru. Risiko ini semakin besar ketika kebiasaan merokok berpadu dengan paparan debu, asap pembakaran, serta bahan kimia pertanian yang dihirup setiap hari.

Merokok masih menjadi kebiasaan yang sulit dipisahkan dari kehidupan sebagian masyarakat, termasuk para petani. Bagi sebagian orang, rokok dianggap sebagai teman beristirahat setelah bekerja atau bahkan dipercaya dapat mengurangi rasa lelah. Padahal, anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah. Sebaliknya, rokok justru mempercepat kerusakan organ tubuh, terutama paru-paru.

Paru-paru bekerja tanpa henti sepanjang hidup manusia. Setiap tarikan napas membawa oksigen yang dibutuhkan seluruh organ tubuh. Namun ketika asap rokok masuk ke dalam paru-paru, ribuan zat kimia berbahaya ikut terhirup. Zat-zat tersebut menyebabkan peradangan, merusak saluran napas, dan secara perlahan menurunkan kemampuan paru-paru dalam menjalankan fungsinya.

Masalahnya menjadi lebih serius bagi petani. Mereka bukan hanya menghirup asap rokok, tetapi juga terpapar debu tanah, asap pembakaran lahan, pupuk, pestisida, dan berbagai partikel kecil lainnya. Paparan ganda inilah yang membuat risiko gangguan paru jauh lebih besar dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada petani di Kelurahan Dembe Jaya, Kota Gorontalo, memberikan gambaran yang cukup mengkhawatirkan. Penelitian tersebut menemukan bahwa semakin tinggi intensitas seseorang merokok, semakin besar pula kemungkinan mengalami gangguan fungsi paru. Sebagian besar petani dalam kategori perokok berat mengalami penurunan fungsi paru, terutama berupa gangguan obstruktif, yaitu kondisi ketika saluran napas menyempit sehingga udara sulit keluar-masuk paru-paru.

Gangguan ini biasanya berkembang secara perlahan. Pada awalnya, penderita hanya merasa cepat lelah atau sesak ketika bekerja. Lama-kelamaan muncul batuk yang tidak kunjung sembuh, napas berbunyi, hingga kesulitan bernapas saat melakukan aktivitas ringan. Banyak orang menganggap gejala tersebut sebagai bagian dari proses penuaan atau akibat pekerjaan berat, padahal bisa jadi merupakan tanda awal penyakit paru kronis.

Sayangnya, kerusakan paru sering kali tidak disadari karena berlangsung tanpa gejala yang jelas. Ketika keluhan mulai muncul, kondisi paru biasanya sudah mengalami penurunan fungsi yang cukup signifikan. Oleh karena itu, pemeriksaan fungsi paru menggunakan spirometri menjadi sangat penting, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko tinggi seperti petani yang merokok.

Spirometri merupakan pemeriksaan sederhana untuk mengukur kemampuan paru dalam menghirup dan mengeluarkan udara. Pemeriksaan ini mampu mendeteksi gangguan fungsi paru sejak dini, bahkan sebelum seseorang merasakan gejala. Dengan mengetahui kondisi paru lebih awal, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko kecacatan maupun komplikasi dapat dikurangi.

Selain pemeriksaan kesehatan, perubahan gaya hidup tetap menjadi langkah paling efektif. Berhenti merokok merupakan keputusan terbaik yang dapat dilakukan untuk melindungi paru-paru. Memang tidak mudah, terutama bagi mereka yang telah merokok selama bertahun-tahun. Namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa berhenti merokok pada usia berapa pun tetap memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Risiko kerusakan paru dapat diperlambat, bahkan fungsi paru dapat membaik secara bertahap.

Di sisi lain, penggunaan alat pelindung diri saat bekerja juga perlu menjadi kebiasaan. Masker yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan debu dan partikel berbahaya selama bekerja di lahan pertanian. Langkah sederhana ini sering dianggap sepele, padahal mampu memberikan perlindungan yang berarti bagi kesehatan saluran pernapasan.

Peran pemerintah, tenaga kesehatan, penyuluh pertanian, dan perguruan tinggi juga tidak kalah penting. Edukasi mengenai bahaya merokok dan pentingnya menjaga kesehatan paru perlu terus dilakukan hingga ke tingkat desa. Pemeriksaan kesehatan berkala bagi petani juga sebaiknya menjadi bagian dari program pelayanan kesehatan masyarakat agar gangguan paru dapat ditemukan lebih dini.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan petani berarti menjaga ketahanan pangan bangsa. Mereka adalah kelompok yang setiap hari bekerja menghasilkan bahan pangan bagi masyarakat Indonesia. Sudah semestinya mereka mendapatkan perhatian lebih dalam aspek kesehatan, termasuk perlindungan dari risiko penyakit paru yang sebenarnya dapat dicegah.

Berhenti merokok mungkin terasa sulit, tetapi setiap batang rokok yang tidak diisap adalah langkah kecil untuk menjaga paru-paru tetap sehat. Bagi para petani, keputusan tersebut bukan hanya akan meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga memastikan mereka tetap produktif dan mampu terus berkarya bagi keluarga, masyarakat, dan negeri.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran