
MAKASSAR, 14 MEI 2026 – Sebagai upaya nyata dalam mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, khususnya pada aspek peningkatan akses serta kualitas pendidikan tinggi bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) mengambil langkah strategis dengan menghadiri Pertemuan Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Program Sistem Kesehatan Akademik (SKA) Wilayah VI. Agenda krusial yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin selaku Koordinator Academic Health System (AHS) Wilayah VI ini berlangsung khidmat pada Rabu, 13 Mei 2026, bertempat di Aula Prof. Junus Alkatiri (Aula PPDS FK Unhas), Makassar. Pertemuan koordinasi berskala regional ini menjadi forum yang sangat bernilai penting bagi para pemangku kepentingan dalam membahas pembinaan program studi (prodi) spesialis binaan, sekaligus memperkuat jejaring antarlembaga di lingkup AHS Wilayah VI. Kehadiran FK UNG dalam pertemuan tingkat tinggi ini secara resmi diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes. Langkah ini mempertegas komitmen penuh institusi dalam menyukseskan program akselerasi pemenuhan serta distribusi dokter spesialis dan subspesialis, guna memangkas kesenjangan layanan kesehatan di wilayah Indonesia Timur.
Akselerasi program ini mendapat pengawalan dan dukungan penuh secara langsung dari otoritas tertinggi di Provinsi Gorontalo. Turut hadir dalam pertemuan koordinasi strategis ini antara lain:
Dukungan kompak dari jajaran eksekutif, regulator kesehatan, hingga pihak rumah sakit utama di Gorontalo ini menjadi sinyal kuat bahwa daerah sangat siap mengintegrasikan sistem pendidikan kedokteran dengan pelayanan kesehatan masyarakat. Sinergi ini sejalan dengan misi luhur Asta Cita dan semangat "Diktisaintek Berdampak" yang diusung untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan manusia di bidang kesehatan. Melalui forum koordinasi ini, dirumuskan berbagai strategi taktis penataan jejaring rumah sakit pendidikan dan penguatan kapasitas institusi kedokteran lokal. Dengan adanya komitmen kolaboratif dari FK UNG, Pemerintah Provinsi Gorontalo, RSUD Aloei Saboe, dan FK UNHAS, akselerasi penciptaan tata kelola pelayanan kesehatan terpadu berbasis akademik diproyeksikan mampu berjalan lebih progresif demi tercapainya resiliensi kesehatan bangsa yang merata.