BONE BOLANGO – Sebuah studi kesehatan preventif terbaru yang dipublikasikan dalam Jurnal Kolaboratif Sains memberikan peringatan penting bagi para penyandang diabetes melitus (DM) di Indonesia. Penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo ini menemukan bahwa tingkat pengetahuan pasien DM dalam memilih alas kaki yang tepat untuk mencegah komplikasi fatal masih sangat perlu dievaluasi dan ditingkatkan. Luka kaki diabetik atau ulkus diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis yang paling ditakuti oleh penderita diabetes. Kondisi ini dipicu oleh kerusakan saraf (mati rasa) dan penyumbatan aliran darah di area kaki. Akibatnya, gesekan kecil dari sandal yang keras atau luka goresan ringan yang tidak dirasakan oleh pasien dapat berkembang cepat menjadi infeksi parah, membusuk, hingga berakhir pada tindakan amputasi.
Penelitian deskriptif ini menguji tingkat pemahaman puluhan pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kabila mengenai kriteria alas kaki medis yang aman. Pengumpulan data dilakukan secara terstruktur menggunakan kuesioner validasi yang mencakup pengetahuan tentang fungsi, anatomi, serta bentuk alas kaki yang ideal. Hasil pemetaan data menunjukkan gambaran yang cukup mengkhawatirkan terkait kesadaran preventif pasien:
Karakteristik responden dalam riset ini didominasi oleh kelompok usia lanjut (lansia) dan pasien dengan masa menderita diabetes yang sudah menahun. Penurunan fungsi penglihatan dan sensitivitas kulit pada lansia membuat pemahaman tentang proteksi kaki ini menjadi semakin krusial.
Mengapa alas kaki yang salah bisa menjadi petaka bagi pasien DM? Bagi masyarakat sehat, memilih sepatu atau sandal mungkin hanya urusan estetika. Namun bagi penderita diabetes, salah memilih alas kaki bisa berujung pada meja operasi. Berikut penjelasan medis mengapa alas kaki memegang peran hidup-mati bagi pasien diabetes:
Guna meminimalkan angka komplikasi luka kaki di tingkat nasional, para peneliti melalui studi di Puskesmas Kabila ini merekomendasikan panduan praktis bagi pasien diabetes dalam memilih dan menggunakan alas kaki:
Penelitian ini menjadi pengingat berharga bagi dunia tata laksana kesehatan informal di Indonesia bahwa mengobati diabetes tidak hanya soal menyuntik insulin atau meminum obat penurun gula, melainkan juga tentang bagaimana mengedukasi pasien agar tetap waspada menjaga kaki mereka tetap utuh melalui pemilihan alas kaki yang benar.
Author: Indah Sulistiowati Putri, Vivien Novarina A Kasim, Ita Sulistiani Basir
Sources: https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/7696/5497
#FKUNGgul
#kedokteranung