
GORONTALO – Stroke merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi sekaligus pemicu kecacatan fisik nomor satu di Indonesia. Di antara berbagai jenisnya, stroke iskemik akut yang terjadi akibat penyumbatan aliran darah ke otak oleh gumpalan atau plak menjadi varian yang paling sering didiagnosis dalam ranah medis. Guna menekan angka morbiditas nasional, pemahaman mengenai faktor risiko metabolik seperti dislipidemia (kondisi ketidakseimbangan kadar lemak di dalam darah) menjadi kunci krusial dalam pencegahan dini. Sebuah studi klinis terbaru yang dipublikasikan pada Maret 2026 oleh tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang terdiri dari Serly Amalia, Yuniarty Antu, Muhammad Isman Jusuf, Sitti Rahma, dan Jeane Novita Irene Abbas—mengambil sampel di RSUD Dr. H. Aloei Saboe, Gorontalo. Riset ini memetakan secara detail bagaimana profil lipid penderita stroke iskemik akut dapat menjadi dasar intervensi kesehatan nasional yang efektif.
Melalui desain studi observational cross-sectional terhadap 165 pasien stroke iskemik akut dalam rentang usia 25–75 tahun, riset ini menyingkap fakta medis krusial mengenai kondisi riil komponen lemak (lipid) darah pada penderita saat serangan terjadi:
Selain profil laboratorium lemak darah, studi klinis ini juga menyoroti kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap serangan stroke iskemik akut:
Riset mutakhir dari Universitas Negeri Gorontalo ini mengirimkan pesan kuat bagi kebijakan kesehatan nasional di Indonesia. Penanganan stroke tidak bisa lagi hanya berfokus pada pengobatan di hilir (rumah sakit), melainkan harus digeser secara masif ke arah pencegahan di hulu. Pentingnya Skrining Berkala: Dislipidemia sering kali dijuluki sebagai silent killer karena tidak memunculkan gejala fisik yang khas hingga serangan stroke terjadi. Masyarakat diimbau untuk melakukan skrining profil lipid secara berkala (minimal 6 bulan sekali), terutama bagi pria di atas usia 40 tahun dan individu dengan riwayat keluarga penderita kardiovaskular.Guna menjaga keseimbangan profil lipid, menurunkan LDL sekaligus menaikkan HDL, penerapan gaya hidup sehat menjadi harga mati. Modifikasi diet dengan membatasi konsumsi lemak jenuh (gorengan, makanan bersantan, daging olahan), menghentikan kebiasaan merokok, serta melakukan aktivitas fisik/olahraga aerobik secara rutin minimal 150 menit per minggu terbukti secara klinis mampu memperbaiki profil lemak darah, sekaligus melindungi pembuluh darah otak demi investasi masa tua yang sehat dan bebas dari stroke.
Author: Serly Amalia, Yuniarty Antu, Muhammad Isman Jusuf, Sitti Rahma, Jeane Novita Irene Abbas
Sources: https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2226
#FKUNG#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran