BNN dan Densus 88 Beri Pembekalan Mahasiswa FK UNG, Tekankan Pencegahan Narkoba dan Anti Terorisme

Oleh: Jesica Mulyadi . 30 April 2026 . 13:06:18

Gorontalo — Upaya penguatan ketahanan generasi muda terhadap ancaman narkoba, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, dan radikalisme terus digencarkan di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa semester 6 Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) mengikuti kegiatan sosialisasi nasional yang menghadirkan tim dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Densus 88 Antiteror Polri sebagai bagian dari edukasi kebangsaan dan pembinaan karakter mahasiswa. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur BNN dan aparat penegak hukum. Dari BNN Kota Gorontalo, materi disampaikan oleh Ketua Tim Pencegahan, Mulyati Imran, bersama Fivin Fadliyah Ishak. Sementara itu, materi terkait pencegahan radikalisme dan terorisme disampaikan oleh Rian Reynaldi Dama dari Densus 88 Mabes Polri.

Dalam pemaparannya, tim BNN menekankan pentingnya implementasi program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) sebagai strategi nasional dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan mahasiswa. Edukasi tersebut mencakup dampak medis, psikologis, sosial, hingga konsekuensi hukum akibat penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan yang tergolong psikotropika. Mahasiswa juga diingatkan bahwa penyalahgunaan obat-obatan tertentu yang masuk kategori psikotropika kerap tidak disadari dan dapat bermula dari penggunaan yang tidak sesuai indikasi medis. Kondisi ini dinilai menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan perlu diantisipasi melalui peningkatan literasi kesehatan serta pengawasan lingkungan sosial.

Di sisi lain, Densus 88 Mabes Polri menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikal dan ancaman terorisme terselubung yang sering kali tidak disadari masyarakat sekitar. Generasi muda, termasuk mahasiswa, dinilai rentan menjadi sasaran infiltrasi ideologi ekstrem melalui media sosial, komunitas tertutup, maupun penyebaran informasi digital yang bersifat provokatif. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa diajak untuk lebih kritis terhadap berbagai bentuk propaganda yang mengarah pada intoleransi dan kekerasan. Densus 88 juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Dari pihak fakultas, kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK UNG, Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., Koordinator Program Studi Profesi Dokter, Dr. dr. Sri Andriani Ibrahim, M.Kes., serta Kepala Subbagian FK UNG, Suratin Kama, SKM. Kehadiran pimpinan fakultas tersebut menegaskan dukungan institusi terhadap penguatan wawasan kebangsaan, pembinaan karakter mahasiswa, serta peningkatan kesadaran kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan nasional yang dihadapi generasi muda saat ini.

Melalui kegiatan ini, FK UNG berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik dan profesional di bidang kesehatan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta kesadaran tinggi dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, penyalahgunaan psikotropika, dan menangkal paham radikalisme di lingkungan masyarakat. 

Informasi

Agenda