Gorontalo — Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sering dianggap sepele. Padahal, tindakan sederhana ini terbukti menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah berbagai penyakit menular, terutama pada anak usia sekolah yang rentan terhadap infeksi. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan edukasi kesehatan yang dilaksanakan di SD IT Lukmanul Hakim, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada 19 September 2025. Melalui pendekatan edukatif yang dikemas secara menarik, puluhan siswa sekolah dasar diperkenalkan pada pentingnya mencuci tangan pakai sabun sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat.
Anak Sekolah Rentan Penyakit MenularAnak usia sekolah merupakan kelompok yang sangat aktif secara fisik, namun sering kali belum memiliki pemahaman yang baik tentang kebersihan diri. Tangan yang kotor dapat menjadi media perpindahan kuman penyebab penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan, hingga cacingan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa jutaan anak di dunia setiap tahunnya masih mengalami penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun. Di Indonesia sendiri, kebiasaan cuci tangan yang benar pada anak masih perlu diperkuat melalui edukasi berkelanjutan
Edukasi dengan Cara MenyenangkanBerangkat dari kondisi tersebut, tim edukator dari Program Studi Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo menggelar kegiatan edukasi kesehatan yang menyasar siswa kelas dua sekolah dasar. Metode yang digunakan tidak sekadar ceramah, melainkan mengombinasikan pemutaran video edukasi, demonstrasi langsung, serta permainan interaktif. Melalui video pendek, siswa diajak mengenal langkah-langkah mencuci tangan yang benar secara visual. Sementara itu, permainan edukatif berbasis gambar digunakan untuk membantu anak memahami proses membersihkan tangan dari kuman dengan cara yang menyenangkan. Pendekatan belajar sambil bermain ini membuat siswa lebih mudah memahami materi dan aktif terlibat selama kegiatan berlangsung. Anak-anak terlihat antusias bertanya, menjawab pertanyaan, hingga mempraktikkan langsung cara mencuci tangan yang telah diajarkan.
Dari Pengetahuan ke Kebiasaan Sehari-hariEdukasi kesehatan tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan. Dengan memahami alasan mengapa mencuci tangan itu penting, anak diharapkan dapat menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Penggunaan media visual dan permainan terbukti membantu anak mengingat langkah-langkah cuci tangan dengan lebih baik. Selain itu, interaksi langsung antara fasilitator dan siswa membuat pesan kesehatan dapat diterima secara merata oleh seluruh peserta kegiatan.
Peran Sekolah dalam Membentuk Generasi SehatSekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini. Lingkungan sekolah yang mendukung, ditambah dengan metode pembelajaran yang kreatif, dapat menjadikan anak sebagai agen perubahan di lingkungan sekitarnya. Kegiatan edukasi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan penyakit tidak selalu memerlukan teknologi canggih atau biaya besar. Dengan pendekatan sederhana, komunikatif, dan sesuai usia anak, pesan kesehatan dapat tersampaikan secara efektif.
Investasi Kesehatan Jangka PanjangMembiasakan cuci tangan pakai sabun sejak usia sekolah merupakan investasi kesehatan jangka panjang. Kebiasaan ini tidak hanya melindungi anak dari penyakit, tetapi juga membentuk pola hidup sehat hingga dewasa.
Melalui edukasi yang tepat dan berkelanjutan, perilaku hidup bersih dan sehat dapat menjadi bagian dari budaya sekolah dan masyarakat. Langkah kecil seperti mencuci tangan, jika dilakukan secara konsisten, mampu memberikan dampak besar bagi kesehatan generasi masa depan.
Author: Sitty Fadhilla Fitrianty Lahay, Dian Pratiwi Iman, Astri Anita
Sources: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/damhil/article/view/35661/12266
#FKUNGgul
#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran