
Gorontalo – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) mengerahkan sebanyak 76 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan kunjungan Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, di auditorium kampus setempat, Rabu (1/4). Keterlibatan puluhan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari partisipasi aktif FK UNG dalam mendukung agenda penguatan pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM) di lingkungan perguruan tinggi.
Sejak pagi hari, mahasiswa yang mengenakan jas almamater tampak memadati lokasi kegiatan bersama ribuan peserta lainnya. Kehadiran mereka mempertegas antusiasme sivitas akademika dalam menyambut langsung pemaparan materi dari pejabat negara di bidang HAM. Rektor UNG, Eduart Wolok, dalam sambutannya menilai kegiatan tersebut sebagai momentum strategis untuk memperkuat kapasitas intelektual sekaligus karakter mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam forum nasional seperti ini penting untuk memperluas wawasan serta menanamkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Partisipasi FK UNG mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong integrasi nilai-nilai HAM ke dalam pendidikan tinggi, termasuk di bidang kesehatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mampu menginternalisasi prinsip-prinsip HAM dalam praktik keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran