Dokter Muda FK UNG Kembangkan PEKA, Inovasi Skrining Digital untuk Dukung Penemuan Kasus Tuberkulosis

Oleh: Jesica Mulyadi . 30 Oktober 2026 . 14:24:28

Gorontalo — Dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) mengembangkan inovasi PEKA (Peduli, Kenali, Evaluasi, Ambil Langkah), sebuah website skrining mandiri tuberkulosis (TB) untuk mendukung upaya penemuan kasus secara dini di wilayah kerja Puskesmas Dumbo Raya, Kota Gorontalo. Inovasi ini dikembangkan oleh Muthia Qurrota Aini, S.Ked., dan Annisa Regita Febriani, S.Ked., yang sedang menjalani stase Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas (IKM-IKK). Pengembangan PEKA dilakukan di bawah bimbingan dr. Dian Pratiwi Iman, M.Kes., dan dr. Fadlun Bagu.

PEKA dirancang sebagai platform digital yang memungkinkan masyarakat melakukan skrining awal secara mandiri untuk mengenali gejala dan faktor risiko tuberkulosis. Melalui website ini, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai hasil skrining sekaligus arahan tindak lanjut sesuai kondisi yang dilaporkan. Sosialisasi penggunaan website PEKA dilaksanakan pada 30 September 2026 di Puskesmas Dumbo Raya. Kegiatan ini menyasar masyarakat yang sedang mengakses pelayanan kesehatan di puskesmas, dengan memperkenalkan fungsi website, tata cara pengisian skrining, serta langkah yang perlu dilakukan berdasarkan hasil penilaian.

Implementasi PEKA berlangsung sejak 24 September hingga 17 Oktober 2026 dan melibatkan 100 peserta skrining. Pelaksanaannya dilakukan melalui dua pendekatan, yakni integrasi dengan pelayanan poliklinik di dalam gedung puskesmas dan kegiatan di luar gedung melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pendekatan tersebut bertujuan memperluas jangkauan skrining sekaligus mendukung identifikasi dini masyarakat yang memiliki gejala maupun faktor risiko TB. Dalam penggunaannya, PEKA mengelompokkan hasil skrining berdasarkan gejala dan faktor risiko yang dilaporkan. Masyarakat yang menunjukkan gejala mengarah pada TB akan diidentifikasi sebagai terduga TB dan diarahkan untuk berkonsultasi dengan petugas kesehatan guna menjalani evaluasi serta pemeriksaan lanjutan, termasuk Tes Cepat Molekuler (TCM) sesuai indikasi.

Sementara itu, masyarakat tanpa gejala akan dikelompokkan berdasarkan faktor risiko yang dimiliki. Individu dengan faktor risiko tinggi diarahkan untuk berkonsultasi dengan petugas kesehatan terkait evaluasi lebih lanjut dan kemungkinan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi masyarakat yang tidak menunjukkan gejala maupun faktor risiko tinggi, PEKA menyediakan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan TB. Edukasi kesehatan diberikan kepada seluruh pengguna sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap penyakit tuberkulosis.

Implementasi PEKA berhasil mengidentifikasi terduga TB yang kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan TCM dan memperoleh hasil positif. Temuan tersebut menjadi salah satu hasil penting dari rangkaian skrining dan pemeriksaan lanjutan yang dilaksanakan selama periode implementasi. Hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan skrining digital dapat membantu menghubungkan masyarakat yang berpotensi mengalami TB dengan layanan pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga mendukung proses penemuan kasus melalui identifikasi awal gejala dan faktor risiko.

Pelaksanaan mini project ini mendapat dukungan dari Puskesmas Dumbo Raya yang dipimpin Lisnawati Pakaya, S.KM., M.M.Kes. Kolaborasi antara dokter muda FK UNG dan pihak puskesmas menjadi bagian penting dalam mengintegrasikan inovasi digital ke dalam pelayanan kesehatan primer. Keberlanjutan program juga menjadi perhatian dalam pengembangan PEKA. Setelah periode mini project berakhir, website PEKA tetap aktif dan digunakan oleh Puskesmas Dumbo Raya untuk mendukung kegiatan skrining TB, baik melalui pelayanan di dalam gedung maupun kegiatan kesehatan masyarakat di luar gedung.

Melalui inovasi ini, dokter muda FK UNG menunjukkan penerapan ilmu kesehatan masyarakat dan kedokteran komunitas dalam menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan. Pengembangan PEKA menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendekatan promotif dan preventif yang memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses skrining dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Inovasi PEKA diharapkan dapat terus mendukung upaya penemuan kasus tuberkulosis di Puskesmas Dumbo Raya serta menjadi salah satu kontribusi FK UNG dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer dan mendukung upaya eliminasi TB di Indonesia.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran