
Gorontalo — Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) mengembangkan SIBENI, sebuah mini-site edukasi dan skrining awal tuberkulosis (TBC) untuk mendukung investigasi kontak dan upaya penemuan kasus TBC di wilayah kerja Puskesmas Kota Barat. Inovasi ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan primer, khususnya untuk memperluas akses informasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendorong deteksi dini TBC.
SIBENI dikembangkan melalui mini project Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas oleh mahasiswa Dwi Cahyo Teguh Prasetya, S.Ked., dan Anggi Aprilisya, S.Ked. Website ini dirancang sebagai media edukasi yang mudah diakses masyarakat sekaligus menyediakan fitur skrining awal berdasarkan gejala yang dialami. Informasi yang disajikan mencakup gejala TBC, cara penularan, pencegahan, mitos dan fakta, serta pengobatan menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT).
Selain materi edukasi, SIBENI dilengkapi formulir skrining awal yang dapat membantu mengidentifikasi individu dengan gejala atau dugaan risiko TBC, sehingga mendorong masyarakat untuk segera mencari pemeriksaan lebih lanjut apabila diperlukan.
Pengembangan SIBENI dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan investigasi kontak sebagai bagian dari strategi pengendalian TBC. Individu yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC perlu memperoleh informasi yang memadai mengenai risiko penularan, gejala yang harus diwaspadai, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan. Melalui media digital ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengenali tanda-tanda TBC dan memahami langkah yang perlu dilakukan apabila mengalami gejala atau memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC. Pelaksanaan mini project ini mendapat bimbingan Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., dan dr. Nining T. Darise, M.Biomed., serta melibatkan dukungan tenaga kesehatan Puskesmas Kota Barat.
Dukung Investigasi Kontak melalui Edukasi Digital
SIBENI tidak hanya dirancang sebagai media edukasi selama pelaksanaan kegiatan, tetapi juga sebagai produk digital yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan tenaga kesehatan. Keberadaan website ini diharapkan dapat membantu memperkuat kegiatan investigasi kontak yang dilakukan Puskesmas Kota Barat, terutama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai TBC dan mendorong individu berisiko untuk menjalani pemeriksaan.
Pemanfaatan media digital juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi kesehatan secara lebih fleksibel, tanpa terbatas pada kegiatan penyuluhan tatap muka. Meski demikian, skrining melalui SIBENI merupakan skrining awal dan bukan alat untuk menetapkan diagnosis TBC. Masyarakat yang memiliki gejala atau riwayat kontak dengan pasien TBC tetap perlu berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.
Melalui inovasi SIBENI, mahasiswa FK UNG menunjukkan kontribusi dalam pengembangan solusi digital yang mendukung pelayanan kesehatan primer. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat literasi kesehatan masyarakat, meningkatkan kewaspadaan terhadap TBC, serta mendukung upaya penemuan kasus secara dini. SIBENI juga menjadi wujud kolaborasi antara institusi pendidikan kedokteran dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengendalian TBC dan mempercepat pencapaian eliminasi TBC di Indonesia.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran