
GORONTALO — Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) terus mendorong inovasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi melalui pengembangan TB Sahabat AI, sebuah program berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk mendukung edukasi dan skrining awal tuberkulosis (TB) di masyarakat. Inovasi ini dikembangkan oleh dokter muda FK UNG sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan promotif dan preventif di wilayah kerja Puskesmas Pilolodaa, Kota Gorontalo. Program TB Sahabat AI dikembangkan oleh dua dokter muda FK UNG, Atikah, S.Ked., dan Amelia Ebta Wulandari, S.Ked., dalam rangka pelaksanaan kepaniteraan klinik Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas (IKM-IKK) periode 7 September hingga 31 Oktober 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan dr. Dian Pratiwi Iman, M.Kes., dan dr. Irsad Abas, serta didukung oleh Puskesmas Pilolodaa sebagai mitra pelaksanaan program.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh dosen FK UNG, dr. Dian Pratiwi Iman, M.Kes., yang terlibat dalam pembimbingan dokter muda selama pelaksanaan program. Kehadiran dosen dalam kegiatan lapangan menjadi bagian dari proses pembelajaran kedokteran komunitas yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan kesehatan masyarakat secara langsung. Pengembangan TB Sahabat AI dilatarbelakangi oleh tantangan dalam penemuan kasus tuberkulosis di masyarakat, termasuk rendahnya kesadaran terhadap gejala, keterlambatan melakukan pemeriksaan, serta kebutuhan akan informasi kesehatan yang mudah dipahami dan diakses. Kondisi tersebut mendorong perlunya pendekatan edukasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Melalui TB Sahabat AI, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai media edukasi kesehatan yang interaktif. Platform ini dirancang untuk membantu pengguna memperoleh informasi mengenai gejala, faktor risiko, cara penularan, dan pencegahan tuberkulosis, sekaligus mendukung skrining awal berdasarkan keluhan yang disampaikan pengguna. TB Sahabat AI juga diarahkan untuk memberikan informasi mengenai pentingnya pemeriksaan lebih lanjut bagi masyarakat yang mengalami gejala atau memiliki faktor risiko TB. Teknologi ini berfungsi sebagai sarana pendukung edukasi dan skrining awal, bukan sebagai pengganti pemeriksaan klinis maupun alat untuk menegakkan diagnosis. Penilaian dan penetapan diagnosis tetap memerlukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan sesuai indikasi.
Pelaksanaan program mencakup identifikasi permasalahan kesehatan, penyusunan materi edukasi, pengembangan media berbasis AI, serta sosialisasi dan pendampingan penggunaan teknologi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pilolodaa, antara lain melalui kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Dembe Raya dan Lekobalo serta kegiatan di lingkungan puskesmas. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh edukasi mengenai tuberkulosis sekaligus pendampingan untuk mengenal dan menggunakan TB Sahabat AI sebagai media informasi dan skrining awal. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami gejala dan faktor risiko TB serta meningkatkan kesadaran untuk mengakses pelayanan kesehatan ketika diperlukan.
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan program, TB Sahabat AI mendapatkan respons positif dari masyarakat sebagai media edukasi yang mudah diakses dan interaktif. Pemanfaatannya juga dinilai membantu masyarakat mengenali kemungkinan risiko berdasarkan keluhan yang disampaikan serta memperoleh arahan mengenai perlunya pemeriksaan lanjutan. Meski demikian, manfaat dan efektivitas program dalam meningkatkan deteksi kasus TB tetap memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Bagi dokter muda, pengembangan TB Sahabat AI menjadi pengalaman pembelajaran dalam mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat, merancang intervensi, dan menerapkan pendekatan promotif serta preventif di tingkat pelayanan kesehatan primer. Inovasi ini sekaligus menunjukkan peluang pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung edukasi kesehatan yang lebih mudah dijangkau masyarakat. “Melalui inovasi TB Sahabat AI, kami ingin menghadirkan pendekatan baru dalam edukasi dan deteksi dini tuberkulosis yang lebih mudah diakses oleh masyarakat. Kami berharap pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan ini dapat membantu masyarakat lebih mengenali gejala dan faktor risiko TB, sekaligus meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan lebih dini. Inovasi ini juga menjadi bentuk kontribusi kami sebagai dokter muda dalam mendukung upaya promotif dan preventif di pelayanan kesehatan primer,” ujar Atikah, S.Ked.
Senada dengan hal tersebut, Amelia Ebta Wulandari, S.Ked., berharap TB Sahabat AI dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan dalam kegiatan promosi kesehatan di masyarakat. “Ke depan, kami berharap inovasi TB Sahabat AI dapat terus dikembangkan dan diintegrasikan ke dalam berbagai kegiatan promosi kesehatan di Puskesmas Pilolodaa, baik melalui penyuluhan, edukasi masyarakat, maupun pendampingan bagi keluarga yang memiliki kontak erat dengan pasien TB serta kelompok berisiko lainnya. Kami juga berharap inovasi ini dapat terus disempurnakan, khususnya dari segi kualitas informasi dan fitur skrining awal, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas serta mendukung upaya deteksi dini tuberkulosis di masyarakat,” ujar Amelia.
Melalui inovasi TB Sahabat AI, FK UNG terus memperkuat peran pendidikan kedokteran dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis teknologi. Kolaborasi antara dokter muda, dosen pembimbing, dan Puskesmas Pilolodaa diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi kesehatan, memperluas akses terhadap informasi yang tepat, serta memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini tuberkulosis di Kota Gorontalo.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran