GORONTALO – Anemia masih menjadi persoalan serius di kalangan remaja putri Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi konsentrasi belajar, kebugaran tubuh, hingga kesiapan kesehatan reproduksi di masa depan. Rendahnya asupan zat besi dan kurangnya pemahaman tentang pola hidup sehat menjadi pemicu utama tingginya angka anemia pada kelompok usia ini. Upaya pencegahan dilakukan melalui kegiatan edukasi pencegahan anemia pada remaja putri yang dilaksanakan oleh dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini digelar di Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada 3 November 2025, dengan melibatkan 40 remaja putri sebagai peserta utama
Pengetahuan Remaja Meningkat SignifikanHasil evaluasi menunjukkan dampak yang sangat positif. Sebelum edukasi diberikan, hanya 25 persen peserta yang memiliki pengetahuan baik tentang anemia. Sebagian besar lainnya berada pada kategori cukup dan kurang. Namun, setelah kegiatan edukasi berlangsung, persentase peserta dengan pengetahuan baik melonjak menjadi 75 persen, sementara kategori pengetahuan kurang turun drastis menjadi hanya 5 persen. Lonjakan ini menandakan bahwa pendekatan edukasi yang interaktif dan komunikatif mampu meningkatkan pemahaman remaja secara signifikan dalam waktu singkat.
Edukasi Interaktif dan Mudah DipahamiEdukasi disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, serta pembagian leaflet. Materi mencakup pengertian anemia, dampaknya bagi kesehatan dan prestasi belajar, sumber makanan kaya zat besi, peran vitamin C dalam penyerapan zat besi, hingga pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin. Peserta juga diajak berdiskusi langsung mengenai kebiasaan makan, keluhan saat menstruasi, serta kendala dalam mengonsumsi TTD. Pendekatan ini membuat materi terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja.
Anemia Remaja, Ancaman Kualitas Generasi MudaData nasional menunjukkan hampir separuh remaja Indonesia mengalami anemia. Remaja putri menjadi kelompok paling rentan karena kebutuhan zat besi yang meningkat akibat pertumbuhan dan menstruasi. Jika tidak dicegah sejak dini, anemia dapat berdampak jangka panjang, termasuk risiko komplikasi kehamilan dan melahirkan generasi yang kurang sehat. Melalui edukasi ini, remaja didorong untuk mulai memperhatikan pola makan seimbang, mengonsumsi makanan sumber zat besi seperti daging, hati, sayuran hijau, dan kacang-kacangan, serta menjalani pola hidup sehat.
Dukung Program Nasional dan SDGs KesehatanKegiatan ini sejalan dengan program nasional Kementerian Kesehatan tentang pemberian Tablet Tambah Darah bagi remaja putri, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yakni menjamin kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua usia.
Tim pengabdi berharap model edukasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan melalui sekolah, UKS, dan kegiatan remaja di masyarakat, sehingga pencegahan anemia tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi gerakan bersama dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif.
Source: https://pkm.lpkd.or.id/index.php/AksiSosial/article/view/2530/2439
Author: Riska Nuryana, Sulaiman Putra Nagaring, Sitty Fadhilla Fitrianty Lahay
#FKUNGgul
#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran