Era Digital di Rumah Sakit: Saatnya Catatan Perawat Beralih ke Elektronik! Pembelajaran dari RSUD Toto Kabila

Oleh: Jesica Mulyadi . 26 Oktober 2026 . 11:03:17

Dunia kesehatan saat ini terus bergerak menuju era modernisasi, salah satunya melalui peralihan sistem pencatatan manual berbasis kertas ke sistem digital atau elektronik. Di lingkungan rumah sakit, pendokumentasian asuhan keperawatan memegang peranan vital bukan hanya sebagai catatan medis, tetapi juga sebagai alat komunikasi antar tenaga kesehatan, aspek legal, hingga bahan evaluasi mutu pelayanan. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di ruang rawat inap RSUD Toto Kabila menyoroti bagaimana penerapan sistem pendokumentasian asuhan keperawatan berbasis elektronik ini berjalan di lapangan.

Cerita di Balik Penelitian: Bagaimana Penilaian Para Perawat?

Penelitian ini melibatkan seluruh perawat di ruang rawat inap RSUD Toto Kabila yang berjumlah 142 orang. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, para peneliti mengevaluasi sejauh mana sistem digital ini diterima dan diterapkan oleh tenaga keperawatan. Hasil temuan dari penelitian ini memberikan beberapa catatan menarik:

  1. Mayoritas Menilai Baik (76,1%): Sebanyak 108 responden menyatakan bahwa penerapan dokumentasi elektronik di rumah sakit sudah berjalan dengan baik. Para perawat di usia produktif (terutama rentang 26–35 tahun) memiliki literasi digital yang tinggi sehingga lebih cepat beradaptasi.
  2. Sebagian Kecil Menilai Cukup (23,9%): Sebanyak 34 responden memberikan penilaian cukup. Penilaian ini biasanya dipengaruhi oleh kendala teknis seperti gangguan sistem (error), keterbatasan perangkat komputer atau tablet, hingga kebutuhan pelatihan tambahan, khususnya bagi sebagian kecil perawat senior yang membutuhkan waktu adaptasi lebih lama.
  3. Efektivitas 100% Dirasakan Nyata: Menariknya, meskipun ada tantangan teknis, seluruh responden (100%) sepakat bahwa sistem elektronik ini sangat efektif dan bermanfaat. Tidak ada satu pun perawat yang menganggap sistem ini tidak berguna.

Jika dilihat berdasarkan ruangan, penerapan paling optimal tercatat di Ruang Bedah Urologi, sementara Ruang Isolasi mencatatkan skor paling rendah akibat hambatan teknis jaringan dan beban kerja yang spesifik, meskipun secara umum seluruh ruangan tetap berada dalam kategori baik.

Mengapa Dokumentasi Elektronik Begitu Disukai?

Peralihan dari kertas ke sistem digital memberikan dampak besar yang dirasakan langsung oleh perawat dalam menjalankan tugas sehari-hari:

  1. Akses Data Cepat dan Real-Time: Perawat dapat mencari dan memperbarui data kondisi pasien dengan cepat tanpa harus membongkar tumpukan berkas kertas.
  2. Meningkatkan Ketelitian dan Efisiensi: Sistem digital membantu mengurangi risiko kehilangan data, membuat pencatatan lebih terstruktur sesuai standar asuhan, serta memangkas waktu administratif sehingga perawat bisa lebih fokus pada pelayanan pasien.
  3. Memperkuat Koordinasi Tim Medis: Informasi pasien yang terpusat secara digital memudahkan komunikasi antar perawat dan dokter, sehingga koordinasi perawatan menjadi jauh lebih akurat.

Pelajaran Penting untuk Masa Depan Layanan Kesehatan

Penelitian di RSUD Toto Kabila ini memberikan pesan penting bahwa digitalisasi di rumah sakit adalah sebuah keniscayaan yang membawa manfaat nyata:

  1. Dukungan Organisasi dan Fasilitas: Agar sistem berjalan tanpa hambatan, pihak manajemen rumah sakit perlu terus merawat infrastruktur teknologi (seperti menambah jumlah komputer atau tablet yang memadai) serta rutin mengadakan pelatihan bagi tenaga medis.
  2. Adaptasi Tanpa Batas Usia: Baik perawat muda yang akrab dengan gawai maupun perawat senior dengan pengalaman klinis yang matang sama-sama dapat merasakan kemudahan sistem ini, asalkan diberikan pendampingan yang berkelanjutan.

Transformasi digital dalam rekam medis bukan sekadar mengganti kertas dengan layar komputer, tetapi merupakan langkah besar untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, akurat, aman, andal, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran