
Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan dan kesehatan melalui partisipasi dalam Pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pascabencana Berpola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara daring pada 18–22 Mei 2026.
Dalam kegiatan nasional tersebut, FK UNG diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., tercantum sebagai peserta pelatihan bersama unsur pemerintah, akademisi, dan lembaga penanggulangan bencana dari berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB BNPB) ini diikuti oleh peserta dari berbagai institusi, di antaranya BPBD provinsi dan kabupaten, BNPB, perguruan tinggi, serta instansi pemerintah lainnya. Kegiatan dilaksanakan secara online melalui platform Zoom Meeting mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai selama lima hari pelaksanaan.
Kegiatan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana secara komprehensif, mulai dari sektor permukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial, hingga lintas sektor. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait manajemen pemulihan pascabencana, instrumen pengumpulan data, serta praktik penghitungan kebutuhan pascabencana. Partisipasi FK UNG dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan institusi terhadap penguatan kesiapsiagaan dan tata kelola penanggulangan bencana berbasis akademik dan multidisipliner. Keterlibatan unsur pimpinan fakultas dalam pelatihan nasional tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas institusi pendidikan tinggi dalam mendukung upaya mitigasi, pemulihan, dan penanganan dampak bencana, khususnya di wilayah Gorontalo dan kawasan Indonesia Timur.
Melalui pelatihan ini, FK UNG juga terus mendorong peningkatan kompetensi akademisi dan tenaga kesehatan agar mampu berkontribusi secara aktif dalam penanganan kebencanaan nasional, terutama pada aspek kesehatan masyarakat dan pemulihan pascabencana yang berkelanjutan.