
Jakarta — Penguatan kolaborasi antara sektor pendidikan tinggi dan lembaga pemerintah terus diperluas dalam mendukung pembangunan nasional yang tangguh terhadap bencana. Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan penandatanganan Implementing Arrangement (IA) sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi di bidang kebencanaan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2026, bertempat di Graha BNPB, Jakarta. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama kelembagaan antara dunia akademik dan institusi penanggulangan bencana dalam menghadapi tantangan bencana yang semakin kompleks di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes. Sementara itu, pihak BNPB diwakili oleh Analis Kerja Sama Ahli Madya, Melinda Irfiani, S.Psi., M.Psi. Kerja sama melalui Implementing Arrangement ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas di bidang mitigasi dan penanggulangan bencana berbasis kesehatan masyarakat.
Sebagai negara yang berada di kawasan cincin api dunia (ring of Fire), Indonesia menghadapi berbagai ancaman bencana alam mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga erupsi gunung api. Karena itu, keterlibatan institusi pendidikan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan literasi kebencanaan, kesiapsiagaan masyarakat, dan pengembangan tenaga kesehatan yang adaptif terhadap situasi darurat bencana. Kolaborasi antara BNPB dan FK UNG juga menjadi bagian dari penguatan pendekatan multidisiplin dalam penanggulangan bencana, khususnya pada aspek kesehatan, trauma healing, edukasi masyarakat, serta kesiapsiagaan tenaga medis di wilayah rawan bencana.
Selain memperkuat jejaring kelembagaan, kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan program-program kolaboratif yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk pelatihan kebencanaan, peningkatan kapasitas relawan kesehatan, hingga pengembangan riset terkait mitigasi bencana dan kesehatan komunitas.
Melalui Implementing Arrangement tersebut, FK UNG menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mendukung agenda nasional pengurangan risiko bencana serta penguatan sistem kesehatan masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan. Sinergi antara BNPB dan perguruan tinggi dinilai menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem kolaboratif antara pemerintah dan dunia akademik demi menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih siap, tanggap, dan resilien menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran