BALI — Penguatan penyelenggaraan pendidikan profesi dokter menjadi salah satu perhatian dalam Forum Dekan Fakultas Kedokteran di lingkungan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (LPTKNI) yang digelar bersamaan dengan rangkaian Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII di Bali. Forum bertajuk “Sharing Session Persiapan Pelaksanaan Pendidikan Profesi Dokter” tersebut mempertemukan para pimpinan fakultas kedokteran dari lingkungan LPTK untuk berbagi pengalaman, kesiapan kelembagaan, serta strategi pengembangan pendidikan profesi dokter yang memenuhi standar mutu pendidikan kedokteran.
Kegiatan berlangsung di sela-sela KONASPI XII pada 2–4 Oktober 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali. KONASPI XII diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai tuan rumah dan mengangkat tema “Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045: Inovasi, Kolaborasi, dan Pendidikan Berkelanjutan.” Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) turut ambil bagian dalam forum tersebut. Kehadiran FK UNG diwakili langsung oleh Dekan FK UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K.
Forum Dekan FK LPTKNI menjadi ruang strategis untuk membangun kesamaan perspektif mengenai penyelenggaraan pendidikan profesi dokter, terutama dalam menghadapi tuntutan peningkatan mutu pendidikan tinggi dan kebutuhan sistem kesehatan nasional. Dalam sesi berbagi tersebut, berbagai aspek persiapan pendidikan profesi dokter menjadi perhatian, mulai dari kesiapan tata kelola institusi, sumber daya manusia, sarana dan prasarana pendidikan, pengembangan jejaring pendidikan klinik, hingga penguatan sistem penjaminan mutu. Pertukaran pengalaman antarfakultas diharapkan dapat menjadi referensi dalam membangun penyelenggaraan pendidikan profesi dokter yang berkualitas dan berkelanjutan.
Bagi FK UNG, forum tersebut memiliki arti strategis di tengah penguatan pendidikan kedokteran di kawasan Indonesia Timur. Keterlibatan pimpinan fakultas dalam forum nasional menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring kelembagaan sekaligus memperoleh perspektif dari berbagai institusi mengenai praktik baik penyelenggaraan pendidikan profesi dokter. Keikutsertaan FK UNG juga mempertegas komitmen institusi dalam mengembangkan pendidikan kedokteran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Forum ini sekaligus menjadi bagian dari agenda yang lebih luas dalam memperkuat kolaborasi antar-LPTK dalam menghadapi transformasi pendidikan Indonesia. Sinergi lintas institusi dinilai penting untuk memastikan pengembangan pendidikan, termasuk pendidikan kedokteran, mampu merespons perubahan kebutuhan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia. KONASPI XII sendiri diikuti oleh 1.694 peserta dari 12 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Kehadiran ribuan peserta dari berbagai institusi pendidikan tersebut menjadikan KONASPI XII sebagai salah satu ruang strategis untuk mempertemukan pemikiran, praktik baik, dan gagasan mengenai arah pendidikan Indonesia menuju 2045.
Melalui Forum Dekan FK LPTKNI, agenda transformasi pendidikan juga diperluas ke penguatan pendidikan kedokteran. Pertukaran pengalaman antarpimpinan fakultas diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penguatan jejaring, kolaborasi, dan pengembangan tata kelola pendidikan profesi dokter di masing-masing institusi. Bagi FK UNG, momentum KONASPI XII menjadi bagian penting dari upaya memperkuat posisi institusi dalam jejaring pendidikan tinggi nasional sekaligus memastikan pengembangan pendidikan kedokteran tetap berjalan seiring dengan agenda transformasi pendidikan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran