FK UNG Yudisium dan Prosesi Angkat Janji Calon Dokter serta Lepas Mahasiswa ke Tahap Profesi, Tegaskan Pentingnya Integritas dan Pembelajaran Berkelanjutan

Oleh: Jesica Mulyadi . 12 Juli 2026 . 11:31:45

GORONTALO – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga medis yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan nasional melalui pelaksanaan Yudisium Program Profesi Dokter serta Angkat Janji Mahasiswa Program Sarjana Kedokteran. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (11/7) di Aula Prof. Kadir Abdussamad, Universitas Negeri Gorontalo. Acara dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., Dekan Fakultas Kedokteran Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., Koordinator Program Studi Profesi Dokter Dr. dr. Sri Andriani Ibrahim, M.Kes., Koordinator Program Studi Sarjana Kedokteran dr. Nanang Roswita Paramata, M.Kes., beserta sivitas akademika, orang tua, dan keluarga mahasiswa. Pada kesempatan tersebut, FK UNG memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik. Mahasiswa Program Profesi Dokter meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi sebesar 3,76, sedangkan mahasiswa Program Sarjana Kedokteran mencatatkan IPK tertinggi 3,31, untuk Tahun Akademik Genap 2025/2026.

Dekan Fakultas Kedokteran UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K., menyampaikan bahwa momentum angkat janji dan yudisium bukanlah garis akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai insan kesehatan. Kepada mahasiswa Program Sarjana Kedokteran yang akan memasuki fase profesi, ia mengingatkan bahwa proses pembelajaran akan mengalami perubahan secara signifikan. Menurutnya, pendidikan profesi menuntut mahasiswa untuk lebih banyak belajar secara langsung di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan melalui berbagai stase klinik. "Mulai fase profesi, beban pembelajaran akan semakin besar melalui sistem jaga dan pembagian tugas di setiap stase. Tinggalkan ego pribadi, jadilah pribadi yang terus berkembang, menjaga etika profesi, dan mengutamakan keselamatan serta pelayanan terbaik bagi pasien. Persiapkan diri lahir dan batin, serta bangun sistem pendukung yang baik agar mampu menjalani pendidikan profesi dengan optimal, ujarnya.

Sementara itu, kepada para dokter yang telah menyelesaikan pendidikan profesi, Dekan FK UNG mengingatkan bahwa pencapaian tersebut merupakan salah satu tahapan menuju pengabdian sebagai dokter profesional. "Perjalanan belum selesai. Masih ada tahap internship sebagai proses penguatan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Jadilah dokter yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki etika yang kuat, empati kepada pasien, dan mampu beradaptasi di lingkungan kerja. Percayalah bahwa setiap proses yang dijalani akan membawa pada pencapaian yang lebih baik," pesannya.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa yudisium merupakan bentuk pengakuan akademik atas seluruh proses pendidikan yang telah dijalani mahasiswa hingga dinyatakan memenuhi capaian pembelajaran sesuai standar nasional pendidikan kedokteran. "Hari ini adalah hari pengakuan atas seluruh proses belajar yang telah saudara jalani. Nilai yang tertuang dalam transkrip akademik menunjukkan bahwa saudara telah memenuhi kompetensi yang dipersyaratkan. Namun, kompeten saja belum cukup. Dunia kesehatan membutuhkan dokter yang memiliki daya saing, karakter, dan semangat untuk terus berkembang," katanya. "Ilmu kedokteran adalah ilmu yang paling cepat berkembang. Karena itu, jadilah dokter yang selalu haus belajar, memiliki hati dalam melayani, dan menjunjung tinggi integritas dalam setiap keputusan yang diambil," tegasnya.

Pelaksanaan yudisium dan angkat janji ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan kedokteran yang tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter profesional sesuai tuntutan pelayanan kesehatan modern. FK UNG terus berkomitmen melahirkan dokter yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, menjunjung tinggi etika profesi, serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat Indonesia.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran