Latihan Pernapasan Sederhana, Dampak Nyata bagi Daya Tahan Paru Remaja

Oleh: Jesica Mulyadi . 20 Februari 2026 . 21:16:00

Masa remaja adalah fase krusial dalam pembentukan kesehatan paru-paru. Pada periode inilah kapasitas paru, kekuatan otot pernapasan, dan elastisitas dinding dada berkembang pesat. Namun, di saat yang sama, remaja juga mulai terpapar berbagai faktor risiko mulai dari gaya hidup sedentari hingga kebiasaan merokok dini yang dapat menghambat perkembangan optimal fungsi paru. Salah satu indikator sederhana namun bermakna untuk menilai daya tahan pernapasan adalah breath-holding time (BHT), atau lama seseorang mampu menahan napas setelah menarik napas penuh. Meski tampak sederhana, indikator ini mencerminkan kemampuan paru-paru menyimpan oksigen, toleransi tubuh terhadap peningkatan karbon dioksida, serta kelenturan dinding dada. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan pada siswa sekolah menengah di Gorontalo menunjukkan bahwa latihan pernapasan yang tepat dapat memberikan dampak cepat dan signifikan terhadap daya tahan paru remaja.

Latihan Ekspansi Dada: Murah, Mudah, dan Efektif

Penelitian ini menguji thoracic expansion exercise (latihan pengembangan rongga dada), yaitu teknik pernapasan yang menekankan tarikan napas dalam disertai pengembangan dada secara maksimal, lalu diikuti pengeluaran napas terkontrol. Latihan ini lazim digunakan dalam fisioterapi, namun belum banyak dikenal secara luas di lingkungan sekolah. Sebanyak 30 siswa berusia 14–19 tahun mengikuti latihan ini dalam satu sesi singkat. Sebelum dan sesudah latihan, para siswa diminta menahan napas selama mungkin, dan waktunya diukur secara objektif. Hasilnya cukup mencolok. Rata-rata kemampuan menahan napas meningkat sekitar tujuh detik hanya setelah satu sesi latihan. Secara statistik, peningkatan ini dinilai signifikan dan menunjukkan efek yang kuat dalam jangka pendek.

Apa Maknanya bagi Kesehatan Remaja?

Dari sudut pandang akademik, peningkatan ini dapat dijelaskan melalui mekanisme fisiologis yang jelas. Latihan ekspansi dada mengaktifkan otot-otot pernapasan utama seperti diafragma dan otot antar tulang rusuk, memperbesar volume udara yang masuk ke paru-paru, serta meningkatkan cadangan oksigen di dalam alveolus. Selain itu, kelenturan dinding dada yang membaik membuat paru-paru bekerja lebih efisien saat menahan napas. Lebih dari sekadar angka, temuan ini menegaskan bahwa fungsi paru remaja sangat responsif terhadap intervensi sederhana. Di usia ketika kebiasaan merokok mulai muncul dan aktivitas fisik sering menurun, latihan pernapasan seperti ini dapat menjadi langkah preventif yang murah, aman, dan mudah diterapkan.

Relevansi di Sekolah dan Masyarakat

Dari perspektif kesehatan masyarakat, hasil penelitian ini memiliki implikasi luas. Latihan ekspansi dada dapat diintegrasikan ke dalam:

  1. kegiatan olahraga sekolah,
  2. pemanasan sebelum aktivitas fisik,
  3. program promosi kesehatan remaja,
  4. hingga intervensi awal bagi remaja dengan keluhan pernapasan ringan.
  5. Latihan ini tidak membutuhkan alat, tidak memerlukan waktu lama, dan dapat dilakukan di ruang kelas sekalipun. Dengan kata lain, hambatan implementasinya sangat rendah.

Catatan Kritis dan Arah Penelitian Lanjutan

Meski hasilnya menjanjikan, penelitian ini masih memiliki keterbatasan. Tidak adanya kelompok pembanding dan belum diukurnya parameter paru lain seperti kapasitas vital atau kekuatan otot pernapasan membuat temuan ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut melalui penelitian berskala lebih besar dan jangka panjang. Namun demikian, sebagai bukti awal, penelitian ini cukup kuat untuk menyampaikan satu pesan penting: intervensi sederhana berbasis sains dapat memberi dampak nyata pada kesehatan remaja.

Penutup

Di tengah meningkatnya tantangan kesehatan pernapasan pada usia muda, latihan ekspansi dada menawarkan solusi praktis yang berbasis bukti ilmiah. Penelitian ini memperlihatkan bahwa hanya dengan satu sesi latihan, daya tahan napas remaja sudah dapat ditingkatkan secara signifikan. Sebuah pengingat bahwa menjaga kesehatan paru tidak selalu harus rumit—asal dilakukan dengan cara yang benar.

Source: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JMHSJ/article/view/36254/pdf

Author: Astri Anita, Siti Rakhmatia Paramita Th. Kum, Dewi Nurindah Panai

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran