
GORONTALO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG). Tim mahasiswa FK UNG berhasil lolos hibah nasional Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Tahun 2026 melalui gagasan inovatif yang mengangkat edukasi kesiapsiagaan bencana bagi anak-anak pesisir di Kelurahan Tanjung Kramat, Kota Gorontalo. Keberhasilan ini menegaskan kiprah mahasiswa FK UNG di tingkat nasional dalam menghadirkan program pengabdian masyarakat yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir yang rentan terhadap berbagai ancaman bencana. Program yang berhasil memperoleh hibah nasional tersebut mengusung judul: Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Anak Pesisir Tanjung Kramat melalui Pendekatan Huyula Berbasis Edukasi Interaktif dengan Pemanfaatan Alih Guna Sampah Plastik Pantai.
Tim PKM-PM ini dibimbing oleh dr. Abdi Dzul Ikram Hasanuddin, S.Ked., M.Biomed. Adapun tim mahasiswa terdiri dari Nurul Fauziah Sabir sebagai ketua tim, bersama anggota Siti Muthia Sulaeman, Muh Hafizh Afriyad Lamusu, Rayhan Ramadhan Ali, serta Amanda Nuraini P. Zakaria dari Program Studi Ilmu Lingkungan. Program tersebut lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap tingginya kerentanan masyarakat pesisir terhadap bencana seperti banjir rob, gelombang pasang, hingga cuaca ekstrem. Anak-anak pesisir dipandang sebagai kelompok yang penting mendapatkan edukasi mitigasi bencana sejak dini agar mampu memahami risiko serta langkah penyelamatan saat kondisi darurat.
Menariknya, tim mahasiswa mengangkat pendekatan “Huyula” atau budaya gotong royong khas Gorontalo sebagai metode utama dalam pelaksanaan program. Edukasi dilakukan secara interaktif melalui permainan, simulasi kebencanaan, hingga media pembelajaran kreatif berbahan dasar sampah plastik pantai yang didaur ulang menjadi alat edukasi. Ketua tim, Nurul Fauziah Sabir, menjelaskan bahwa konsep edukasi sengaja dirancang agar menyenangkan dan mudah diterima anak-anak. “Kami ingin anak-anak di kawasan pesisir memahami kesiapsiagaan bencana sejak dini, namun melalui cara yang menyenangkan dan kreatif. Sampah plastik yang ada di lingkungan mereka kami ubah menjadi media belajar agar pesan tentang kebencanaan dan kepedulian lingkungan bisa berjalan beriringan,” ujarnya.
Sementara itu, dosen pendamping dr. Abdi Dzul Ikram Hasanuddin menyampaikan bahwa keberhasilan lolos hibah nasional PKM-PM menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG mampu menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan kesehatan masyarakat, kebencanaan, dan lingkungan secara terpadu. Melalui program ini, mahasiswa FK UNG berharap dapat menumbuhkan budaya sadar bencana sejak usia dini di wilayah pesisir sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Keberhasilan meraih hibah nasional PKM-PM 2026 juga menjadi bukti bahwa mahasiswa kedokteran tidak hanya berkontribusi di bidang kesehatan klinis, tetapi juga turut aktif membangun ketahanan masyarakat melalui inovasi pengabdian berbasis edukasi sosial dan lingkungan.