Mengapa Nyeri Perut pada Anak Tidak Boleh Dianggap Sepele?

Oleh: Jesica Mulyadi . 5 Maret 2026 . 14:10:25

Nyeri perut merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami oleh anak-anak. Banyak orang tua menganggap keluhan ini sebagai hal yang biasa, misalnya akibat pola makan yang tidak teratur, masuk angin, atau gangguan pencernaan ringan. Namun, pada kenyataannya, tidak semua nyeri perut pada anak dapat dianggap sepele. Dalam beberapa kondisi, nyeri perut dapat menjadi tanda dari masalah kesehatan yang serius dan bahkan termasuk kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera. Di bidang kedokteran anak, terdapat beberapa penyakit yang dikenal sebagai kegawatdaruratan bedah abdomen pada anak. Di antara yang paling sering terjadi adalah intususepsi, malrotasi usus dengan volvulus, serta apendisitis atau radang usus buntu. Ketiga kondisi ini berkaitan dengan gangguan pada sistem pencernaan anak dan dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak segera didiagnosis dan ditangani secara tepat.

Salah satu kondisi yang cukup sering terjadi pada bayi dan anak kecil adalah intususepsi. Penyakit ini terjadi ketika sebagian usus masuk ke dalam bagian usus yang lain, menyerupai teleskop yang saling masuk. Akibatnya, jalur di dalam usus menjadi tersumbat sehingga makanan tidak dapat melewati saluran pencernaan secara normal. Anak yang mengalami kondisi ini biasanya menunjukkan gejala seperti nyeri perut yang datang dan pergi secara tiba-tiba, muntah, perut yang tampak kembung, serta tinja yang bercampur darah. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak usia bayi hingga balita karena perkembangan jaringan limfoid pada usus yang masih aktif pada masa tersebut. Jika tidak ditangani dengan cepat, intususepsi dapat menyebabkan gangguan aliran darah ke jaringan usus sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan usus.

Selain intususepsi, gangguan lain yang juga dapat menyebabkan nyeri perut hebat pada anak adalah malrotasi usus yang dapat berlanjut menjadi volvulus. Malrotasi terjadi ketika usus tidak berputar dan berkembang secara normal selama masa pertumbuhan di dalam kandungan. Kondisi ini membuat posisi usus menjadi tidak stabil sehingga lebih mudah mengalami pelintiran. Ketika usus terpelintir pada dirinya sendiri, terjadilah kondisi yang disebut volvulus. Pelintiran ini dapat menghambat aliran makanan sekaligus mengganggu aliran darah menuju usus. Jika kondisi tersebut berlangsung terlalu lama, jaringan usus dapat mengalami kerusakan yang serius. Gejala yang sering muncul pada kondisi ini antara lain muntah berwarna hijau akibat empedu, nyeri perut hebat, dan perut yang tampak membengkak.

Penyebab lain nyeri perut yang juga cukup sering ditemukan pada anak adalah apendisitis atau radang usus buntu. Penyakit ini terjadi ketika apendiks mengalami peradangan akibat adanya sumbatan pada salurannya. Sumbatan tersebut dapat disebabkan oleh tinja yang mengeras, pembengkakan jaringan limfoid, atau faktor lainnya. Pada awalnya, anak biasanya merasakan nyeri di sekitar pusar yang kemudian berpindah ke bagian kanan bawah perut. Keluhan ini sering disertai demam, mual, dan muntah. Pada anak-anak, perjalanan penyakit ini dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa. Jika diagnosis terlambat ditegakkan, apendiks dapat pecah dan menyebabkan infeksi serius di dalam rongga perut.

Menariknya, ketiga kondisi tersebut sebenarnya berkaitan erat dengan struktur dan perkembangan anatomi sistem pencernaan. Pemahaman mengenai anatomi dan embriologi saluran pencernaan sangat penting bagi tenaga medis untuk mengenali penyebab nyeri perut pada anak secara lebih akurat. Struktur usus yang mengalami lipatan, posisi usus yang tidak normal, ataupun sumbatan pada saluran tertentu dapat menjelaskan munculnya berbagai gejala klinis yang dialami oleh pasien. Dengan memahami mekanisme ini, dokter dapat menentukan pemeriksaan yang tepat serta memberikan terapi yang sesuai, baik berupa penanganan nonbedah maupun tindakan operasi.

Bagi masyarakat, khususnya orang tua, memahami tanda-tanda awal dari kondisi ini menjadi sangat penting. Anak yang mengalami nyeri perut hebat, muntah berwarna hijau, tinja berdarah, atau tampak sangat lemas sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

Pada akhirnya, nyeri perut pada anak tidak selalu merupakan keluhan ringan. Dalam beberapa kasus, keluhan tersebut dapat menjadi sinyal dari kondisi medis yang berbahaya. Oleh karena itu, kewaspadaan orang tua serta pemahaman yang baik mengenai gejala-gejala yang muncul dapat membantu mempercepat proses diagnosis dan penanganan. Dengan demikian, risiko komplikasi dapat diminimalkan dan kesehatan anak dapat terjaga dengan lebih baik.

Sources: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/axon/article/view/37235

Author: Pascal Adventra Tandiabang, Novia Martin, Sulaiman P Nagaring, Ryskina Fatimah Siregar

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran