Di era modern saat ini, anak-anak sekolah tak pernah lepas dari rutinitas duduk berjam-jam di kelas, membungkuk menatap layar gawai, hingga membawa beban tas sekolah yang berat. Tanpa kita sadari, kebiasaan-kebiasaan ini mengintai kesehatan tulang belakang mereka. Salah satu gangguan yang paling membayangi anak usia sekolah adalah skoliosis—kondisi ketika tulang belakang melengkung secara tidak normal ke arah samping menyerupai huruf "S" atau "C". Skoliosis sering kali muncul tanpa gejala atau rasa sakit pada tahap awal, sehingga sering terabaikan sampai lengkungan tulangnya terlihat makin jelas. Jika dibiarkan tanpa penanganan sejak dini, skoliosis dapat berkembang menjadi masalah kronis yang memicu rasa nyeri berkepanjangan, mengganggu fungsi pernapasan, hingga menurunkan kualitas hidup anak saat dewasa.
Realita Skoliosis pada Anak Sekolah
Secara global maupun nasional, angka kejadian skoliosis pada anak dan remaja diperkirakan mencapai 2% hingga 5%. Sayangnya, di Indonesia kesadaran akan kesehatan tulang belakang anak masih tergolong rendah. Banyak orang tua maupun guru yang belum mengenali tanda-tanda awal skoliosis. Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 66 siswa kelas 4–6 di SDN 03 Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, para peneliti melakukan skrining awal menggunakan metode Adam's Forward Bend Test (tes membungkuk ke depan). Hasilnya mengejutkan: sebanyak 12,12% siswa teridentifikasi mengalami indikasi skoliosis. Angka ini menegaskan bahwa masalah kesehatan tulang belakang pada anak sekolah dasar nyata adanya dan memerlukan perhatian serius.
Keajaiban Video Animasi 8 Menit
Anak-anak sekolah dasar tentu akan cepat merasa bosan jika hanya diberikan ceramah kesehatan yang kaku dan penuh istilah medis. Karena itu, tim peneliti menguji efektivitas media interaktif berupa video animasi berdurasi 8 menit yang memvisualisasikan bentuk tulang belakang, posisi duduk yang benar, hingga cara mencegah skoliosis. Hasil tes menunjukkan lompatan pengetahuan yang sangat signifikan:
Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
Temuan dari SDN 03 Tilongkabila ini membawa pesan promotif dan preventif yang sangat berharga bagi dunia pendidikan dan kesehatan masyarakat:
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran