Penelitian FK UNG Ungkap Pentingnya Tablet MMS untuk Cegah Anemia pada Ibu Hamil

Oleh: Jesica Mulyadi . 11 Mei 2026 . 21:58:58

Kasus anemia pada ibu hamil masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tetapi juga berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, kelahiran prematur, hingga bayi lahir dengan berat badan rendah. Penelitian terbaru dari Universitas Negeri Gorontalo mengungkap bahwa sebagian besar ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Botumoito telah memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik terhadap konsumsi tablet Multi Micronutrient Supplement (MMS). Penelitian berjudul Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Hamil Tentang Tablet Multi Mikronutrien Suplement (MMS) di Wilayah Kerja Puskesmas Botumoito Kabupaten Boalemo dilakukan oleh Nur Nadila Alamri bersama tim peneliti Fakultas Keperawatan UNG. Studi ini bertujuan menggambarkan bagaimana pemahaman dan perilaku ibu hamil terhadap konsumsi tablet MMS sebagai upaya pencegahan anemia selama masa kehamilan.

Anemia pada ibu hamil terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah kebutuhan fisiologis tubuh. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anemia pada kehamilan menjadi salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi mencapai 43,9 persen. Di Indonesia sendiri, angka anemia pada ibu hamil masih tergolong tinggi, yaitu sekitar 48,9 persen. Untuk membantu mencegah anemia, pemerintah bersama lembaga kesehatan internasional mulai mendorong penggunaan tablet Multi Micronutrient Supplement (MMS). Berbeda dengan tablet tambah darah biasa yang hanya mengandung zat besi dan asam folat, tablet MMS mengandung 15 jenis vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin A, vitamin D, vitamin C, zinc, selenium, dan yodium.

Penelitian dilakukan terhadap 46 ibu hamil dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,9 persen ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai tablet MMS. Selain itu, 56,5 persen responden menunjukkan sikap positif terhadap konsumsi MMS, dan 45,7 persen memiliki perilaku baik dalam mengonsumsi tablet tersebut secara rutin. Mayoritas responden merupakan ibu rumah tangga dengan tingkat pendidikan SMA dan usia kehamilan 31–40 minggu. Sebagian besar ibu juga memiliki kadar hemoglobin normal, yang menunjukkan kondisi kesehatan relatif baik selama masa kehamilan.

Penelitian mengungkap bahwa ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik memahami pentingnya konsumsi MMS selama masa kehamilan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan janin. Mereka juga mengetahui bahwa MMS lebih lengkap dibandingkan dengan tablet tambah darah biasa karena mengandung berbagai mikronutrien penting yang mendukung tumbuh kembang janin dan mencegah komplikasi kehamilan. Sikap positif ibu hamil terhadap MMS juga terlihat dari kebiasaan mengonsumsi tablet sebelum tidur untuk mengurangi rasa mual. Penelitian menyebutkan bahwa waktu konsumsi yang tepat dapat membantu meningkatkan kenyamanan ibu serta memaksimalkan penyerapan nutrisi dalam tubuh.

Selain itu, perilaku baik ibu hamil tercermin dari rutinnya kunjungan ke puskesmas atau posyandu untuk memperoleh tablet MMS serta konsistensi mengonsumsi tablet pada waktu yang sama setiap hari. Kebiasaan ini dinilai penting untuk menjaga kadar hemoglobin tetap normal dan mencegah anemia selama kehamilan. Namun demikian, penelitian juga menemukan masih adanya ibu hamil yang memiliki sikap dan perilaku kurang baik terhadap konsumsi MMS. Beberapa responden menghentikan konsumsi tablet karena mengalami mual atau tetap mengonsumsi teh dan kopi bersamaan dengan MMS, padahal kafein dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh.

Peneliti menilai edukasi kesehatan masih perlu diperkuat, terutama mengenai manfaat MMS, cara konsumsi yang benar, serta pentingnya kepatuhan selama masa kehamilan. Peran tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas serta posyandu dinilai sangat penting dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil terkait suplementasi mikronutrien. Melalui hasil penelitian ini, Fakultas Keperawatan UNG berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi selama kehamilan semakin meningkat. Konsumsi MMS secara rutin diharapkan dapat menjadi langkah efektif untuk mencegah anemia, menjaga kesehatan ibu, dan mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat di masa depan. Author: Nur Nadila Alamri, Vivien Novarina A. Kasim, Rini Wahyuni Mohamad

Sources: https://jurnal.karyakesehatan.ac.id/JK/article/view/1394/532

#FKUNGgul

#kedokteranung

Informasi

Agenda