Pengetahuan Ibu Menjadi Penentu Utama Gizi Anak Prasekolah

Oleh: Jesica Mulyadi . 23 Januari 2026 . 11:04:45

Kualitas kesehatan anak usia prasekolah menjadi fondasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia di masa depan. Pada fase usia 3–6 tahun, anak mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif yang pesat, sehingga membutuhkan asupan gizi yang cukup, seimbang, dan berkelanjutan. Namun, pemenuhan kebutuhan gizi anak tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pangan, melainkan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang gizi. Penelitian yang dilakukan di Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu memiliki hubungan yang nyata dengan status gizi anak prasekolah. Temuan ini menegaskan bahwa peran ibu bukan sekadar penyedia makanan, tetapi juga pengambil keputusan utama dalam menentukan kualitas asupan gizi anak.

Ibu dan Peran Sentral dalam Pemenuhan Gizi Anak

Dalam kehidupan keluarga, ibu memegang peranan strategis dalam pengasuhan anak, terutama dalam pengaturan pola makan. Ibu menentukan jenis makanan yang dikonsumsi anak, cara pengolahan, hingga frekuensi dan porsi makan sehari-hari. Pengetahuan gizi yang memadai memungkinkan ibu menerapkan prinsip gizi seimbang dan menyusun menu yang sesuai dengan kebutuhan usia anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh ibu responden memiliki tingkat pengetahuan gizi yang tergolong baik. Kondisi ini mencerminkan adanya pemahaman dasar tentang pentingnya variasi makanan, keseimbangan zat gizi, serta dampak gizi terhadap pertumbuhan dan daya tahan tubuh anak.

Status Gizi Anak: Masih Menyisakan Tantangan

Meskipun sebagian besar anak prasekolah dalam penelitian ini memiliki status gizi baik, masih ditemukan anak dengan gizi kurang, gizi lebih, hingga obesitas. Fakta ini menunjukkan bahwa permasalahan gizi pada anak tidak hanya berkaitan dengan kekurangan asupan, tetapi juga ketidakseimbangan pola makan. Pola konsumsi tinggi kalori namun rendah zat gizi, seperti makanan instan dan jajanan berlebihan, berpotensi memicu masalah gizi meskipun anak terlihat cukup makan. Oleh karena itu, kualitas makanan menjadi faktor yang tidak kalah penting dibandingkan kuantitas.

Hubungan Ilmiah yang Bermakna

Analisis statistik dalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak prasekolah. Artinya, semakin baik pengetahuan ibu, semakin besar peluang anak memiliki status gizi yang lebih optimal. Secara ilmiah, hubungan ini dapat dijelaskan melalui perilaku pengasuhan. Ibu dengan pengetahuan gizi yang baik cenderung lebih selektif dalam memilih bahan pangan, memperhatikan keseimbangan menu, serta mengatur jadwal makan anak dengan lebih teratur. Sebaliknya, keterbatasan pengetahuan berisiko menimbulkan praktik pemberian makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Pengetahuan Perlu Didukung Lingkungan

Meski berperan penting, pengetahuan ibu tidak berdiri sendiri. Faktor sosial ekonomi keluarga, tingkat pendapatan, serta waktu pengasuhan terutama pada ibu yang bekerja, turut memengaruhi kemampuan keluarga dalam menerapkan pola makan sehat. Dengan demikian, peningkatan pengetahuan gizi perlu diiringi dukungan lingkungan yang memungkinkan penerapannya secara nyata.

Edukasi Gizi sebagai Strategi Pencegahan

Temuan penelitian ini menegaskan bahwa edukasi gizi bagi ibu merupakan strategi preventif yang efektif dalam meningkatkan status gizi anak prasekolah. Program penyuluhan gizi yang berkelanjutan, mudah dipahami, dan berbasis kondisi lokal perlu diperkuat melalui posyandu, puskesmas, serta layanan kesehatan masyarakat. Dengan meningkatkan pengetahuan ibu, upaya pencegahan masalah gizi dapat dimulai sejak dini. Anak dengan status gizi yang baik memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.

Source: https://jurnal.fk.untad.ac.id/index.php/htj/article/view/1731

Author: Fadhil Aryaputra, Romy Abdul, Yuniarty Antu, Muchtar Nora Ismail Siregar, Vivien Novarina A. Kasim

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran