
Jakarta – Guna memperkuat literasi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) bersinergi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo dan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Provinsi Gorontalo. Kolaborasi ini mewujud dalam rencana gelaran Webinar Kebencanaan Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang. Selain sebagai wadah edukasi bagi tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat umum, agenda besar ini merupakan tindak lanjut nyata dari implementasi kerja sama strategis antara FK UNG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mengembangkan kapasitas SDM di bidang kebencanaan dan kesehatan.
Dalam koordinasi final kesiapan program, FK UNG diwakili langsung oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes. Sementara dari pihak BNPB, koordinasi dikawal oleh Analis Kerja Sama Ahli Madya, Melinda Irfiani, S.Psi., M.Psi. Kolaborasi apik antara FK UNG, IDI Wilayah Gorontalo, dan BSMI Provinsi Gorontalo ini berhasil menghadirkan jajaran narasumber kompeten tingkat nasional dari institusi-institusi kunci, antara lain:
Webinar nasional ini ditargetkan akan diikuti oleh sedikitnya 500 peserta yang tersebar dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari dokter, perawat, tenaga medis, mahasiswa rumpun kesehatan, hingga masyarakat umum. Indonesia berada di kawasan Ring of Fire dengan risiko tinggi. Melalui webinar yang diinisiasi oleh FK UNG, IDI Gorontalo, dan BSMI Gorontalo ini, kita ingin membangun sinergi yang kokoh antara akademisi, pemerintah, organisasi profesi, dan lembaga kemanusiaan. Tujuannya satu, yaitu untuk menciptakan masyarakat dan fasilitas kesehatan yang lebih siap, tanggap, dan resilien menghadapi bencana.Dengan kesiapan materi yang komprehensif, dimulai dari kebijakan makro pemerintah hingga teknik bertahan di lapangan acara pada Juni mendatang, ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam penguatan sistem ketahanan kesehatan nasional dalam menghadapi krisis.