Bencana alam tidak hanya merusak rumah dan lingkungan, tetapi juga membawa ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Kondisi darurat, keterbatasan air bersih, sanitasi yang kurang memadai, serta kepadatan di lokasi pengungsian dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan gangguan pencernaan. Dalam situasi ini, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi langkah paling sederhana namun paling efektif untuk melindungi diri dan keluarga.
Mengapa PHBS Sangat Penting Saat Bencana?Saat bencana, pengungsi sering kali harus hidup dalam kondisi serba terbatas. Air bersih tidak selalu tersedia, lingkungan menjadi lembap dan kotor, serta kontak antarindividu tidak dapat dihindari. Situasi ini membuat kuman dan virus mudah menyebar. PHBS berperan sebagai benteng utama untuk mencegah penularan penyakit, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mempertahankan kesehatan di tengah keterbatasan.
Cuci Tangan: Langkah Kecil dengan Dampak BesarSalah satu kebiasaan PHBS yang paling penting adalah cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer. Terdapat enam waktu penting untuk mencuci tangan, yaitu sebelum makan dan menyiapkan makanan, setelah dari toilet, setelah membersihkan anak, setelah memegang benda kotor, setelah batuk atau bersin, serta setelah bekerja bakti atau kontak dengan air banjir. Kebiasaan sederhana ini terbukti efektif mencegah penularan penyakit berbasis lingkungan dan infeksi saluran pencernaan.
Menjaga Kebersihan Lingkungan PengungsianLingkungan yang bersih berkontribusi besar terhadap kesehatan pengungsi. Beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan adalah membuang sampah pada tempatnya, tidak membuang limbah atau tinja di sungai maupun tempat terbuka, serta menjaga kebersihan dapur umum dan kamar mandi. Selain itu, tempat tidur pengungsi sebaiknya dijauhkan dari genangan air untuk mencegah penyakit kulit dan gigitan serangga.
Konsumsi Air dan Makanan yang AmanAir dan makanan merupakan sumber utama penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Pengungsi dianjurkan untuk selalu minum air matang, menyimpan air dalam wadah tertutup, serta memastikan makanan dimasak hingga matang. Makanan yang basi, berbau, atau tidak tertutup sebaiknya dihindari karena berisiko menyebabkan keracunan dan gangguan pencernaan.
Menjaga Kesehatan Diri dan KeluargaSelain kebersihan lingkungan, kesehatan pribadi juga perlu diperhatikan. Mandi secara rutin apabila air tersedia, mengganti pakaian kotor terutama setelah terkena banjir, menggunakan masker saat batuk atau berada di tempat ramai, serta beristirahat yang cukup merupakan bagian dari PHBS yang mendukung daya tahan tubuh pengungsi.
Pencegahan Penyakit Menular di PengungsianPenyakit menular mudah menyebar di lokasi pengungsian. Oleh karena itu, anggota keluarga yang mengalami demam, batuk, atau diare sebaiknya dipisahkan sementara. Penggunaan alas kaki penting untuk mencegah infeksi kulit dan cacingan. Jika terdapat keluhan kesehatan, pengungsi dianjurkan segera melapor ke petugas kesehatan di pos kesehatan darurat atau fasilitas layanan terdekat.
Keamanan di Lingkungan DaruratSelain penyakit, risiko kecelakaan juga meningkat saat bencana. Pengungsi perlu menghindari kontak langsung dengan air banjir, waspada terhadap kabel listrik, hewan berbisa, dan benda tajam, serta menyimpan obat-obatan pribadi dalam wadah kedap air untuk mencegah kerusakan.
PenutupPHBS bukan sekadar anjuran, tetapi kebutuhan mendesak di tengah situasi bencana. Dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara konsisten, pengungsi dapat melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar dari berbagai penyakit. Langkah sederhana seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengonsumsi air dan makanan yang aman terbukti mampu memberikan dampak besar dalam menjaga kesehatan. Bersih, sehat, dan selamat—itulah kunci bertahan dan pulih bersama saat bencana.