Bencana alam, wabah penyakit, hingga situasi darurat sering kali datang tanpa permisi. Ketika krisis terjadi, perhatian utama masyarakat dan pemerintah biasanya tertuju pada evakuasi, pencarian bahan pangan, atau penanganan luka fisik. Namun, ada satu hal vital yang kerap terabaikan di tengah kepanikan: kesehatan reproduksi keluarga. Bagi pasangan usia subur (PUS), situasi darurat dapat memicu bahaya laten. Layanan kesehatan esensial seperti pemeriksaan kehamilan (antenatal care), akses terhadap alat kontrasepsi, hingga penanganan kegawatdaruratan persalinan sering kali terhenti atau terhambat akibat rusaknya fasilitas medis. Dampaknya tidak main-main: risiko kehamilan yang tidak direncanakan meningkat, keterlambatan penanganan komplikasi persalinan, hingga mengancam keselamatan ibu dan bayi. Lantas, bagaimana cara membangun benteng pertahanan kesehatan reproduksi yang kokoh langsung dari tingkat keluarga?
Menjangkau Pasangan Usia Subur di Gorontalo
Kegiatan ini melibatkan 26 pasangan usia subur di Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. Wilayah ini dipilih mengingat kondisi geografis serta keterbatasan akses layanan kesehatan yang membuat masyarakatnya memiliki kerentanan lebih tinggi saat terjadi gangguan fasilitas medis. Bukannya menerapkan edukasi satu arah yang membosankan seperti ceramah kaku, para peneliti mengajak warga terlibat aktif melalui diskusi kelompok dan simulasi krisis kesehatan. Pembelajaran untuk orang dewasa (andragogi) ini dirancang agar setiap pasangan tidak hanya mendengarkan teori, melainkan diajak bersimulasi mengambil keputusan cepat dan tepat saat situasi darurat terjadi. Materi yang dibahas mencakup empat pilar utama:
Hasil yang Membuka Mata: Dari Tidak Tahu Menjadi Siap Siaga
Efektivitas dari edukasi partisipatif ini diukur sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) kegiatan berlangsung. Hasilnya sangat signifikan:
Mengapa hasil ini sangat penting bagi kita semua?
Temuan dari Telaga Jaya ini memberikan pesan kunci bagi masyarakat luas dan penentu kebijakan:
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran