
Gorontalo — Stroke selama ini identik dengan usia lanjut dan faktor risiko seperti hipertensi atau diabetes. Namun, sebuah laporan kasus terbaru menunjukkan bahwa stroke berat juga dapat terjadi pada usia muda, bahkan pada pasien dengan penyakit jantung bawaan yang belum terkoreksi. Seorang pria 22 tahun dengan riwayat Tetralogi Fallot (TOF)—kelainan jantung bawaan sianotik—mengalami dua jenis perdarahan otak sekaligus: perdarahan intraserebral (PIS) dan perdarahan subaraknoid (PSA). Kombinasi ini tergolong sangat jarang dan memiliki risiko kematian tinggi
Ketika Stroke Terjadi di Usia 22 Tahun
Pasien datang dengan keluhan sakit kepala hebat progresif, muntah berulang, dan kelemahan mendadak pada sisi kiri tubuh. Pemeriksaan menunjukkan hemiparesis kiri, gangguan saraf wajah, hingga penurunan kesadaran dalam 48 jam. CT-scan otak memperlihatkan hematoma besar di lobus parieto-oksipital kanan dengan volume sekitar 130 cc, disertai perdarahan subaraknoid dan pergeseran garis tengah otak sekitar 1,5 cm—tanda tekanan intrakranial yang sangat tinggi. Dalam kondisi normal, kejadian seperti ini lebih sering ditemukan pada pasien usia lanjut akibat hipertensi kronis atau pecahnya aneurisma. Namun, pada usia muda, penyebabnya sering kali berbeda dan lebih kompleks.
Mengapa Tetralogi Fallot Bisa Memicu Perdarahan Otak?
Tetralogi Fallot adalah kelainan jantung bawaan yang menyebabkan darah miskin oksigen beredar ke seluruh tubuh. Pada pasien yang tidak menjalani operasi korektif, kondisi ini menimbulkan hipoksemia kronis (kadar oksigen rendah dalam darah). Tubuh merespons dengan meningkatkan produksi sel darah merah secara berlebihan (polisitemia). Akibatnya, darah menjadi lebih kental (hiperviskositas). Kondisi ini menciptakan paradoks: di satu sisi meningkatkan risiko pembekuan darah (trombosis), di sisi lain menyebabkan gangguan fungsi trombosit dan kerapuhan pembuluh darah yang justru memicu perdarahan. Laporan ini menegaskan bahwa kombinasi hipoksemia kronis, eritrositosis, gangguan koagulasi, dan fragilitas vaskular berperan dalam meningkatkan risiko ruptur pembuluh darah otak Dengan kata lain, pasien berada dalam kondisi hemostasis yang tidak stabil, mudah mengalami bekuan sekaligus rentan terhadap perdarahan.
Stroke Iskemik Lebih Umum, Tapi Hemoragik Bisa Lebih Fatal
Pada pasien TOF, komplikasi neurologis yang paling sering dilaporkan adalah stroke iskemik atau abses otak akibat emboli. Stroke perdarahan jauh lebih jarang ditemukan, apalagi kombinasi PIS dan PSA secara bersamaan. Ketika kedua jenis perdarahan ini terjadi sekaligus, dampaknya menjadi lebih berat:
Tantangan Terapi pada Pasien Jantung Bawaan
Penanganan stroke perdarahan biasanya mempertimbangkan tindakan bedah untuk mengeluarkan hematoma atau memperbaiki sumber perdarahan. Namun, pada pasien dengan TOF yang tidak terkoreksi, kondisi jantung dan paru yang tidak stabil membuat risiko anestesi dan operasi sangat tinggi. Terapi yang diberikan pada kasus ini bersifat suportif dan konservatif: manitol untuk menurunkan tekanan intrakranial, antifibrinolitik, oksigen aliran tinggi, serta stabilisasi hemodinamik. Meski demikian, kondisi pasien tetap memburuk akibat kombinasi gangguan neurologis dan kardiopulmoner
Pelajaran Penting bagi Dunia Medis
Kasus ini memberikan beberapa pesan penting:
Kesimpulan
Perdarahan intraserebral dan subaraknoid simultan pada dewasa muda dengan tetralogi Fallot yang tidak terkoreksi merupakan komplikasi neurologis yang sangat jarang namun mengancam jiwa. Kondisi ini dipicu oleh interaksi kompleks antara hipoksemia kronis, polisitemia, hiperviskositas, dan gangguan koagulasi. Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyakit jantung bawaan yang tidak tertangani dapat menimbulkan konsekuensi neurologis berat di kemudian hari. Deteksi dini, kewaspadaan klinis tinggi, serta kolaborasi multidisiplin menjadi kunci dalam menghadapi presentasi yang tidak lazim seperti ini.
Sources: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjhsr/article/view/37113
Authors: Ahmad Iman Ronalda, Nur Saraswati Rahmat
#FKUNGgul
#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran