Tablet Zat Besi dan Kurma Terbukti Efektif Atasi Anemia pada Wanita Usia Subur

Oleh: Jesica Mulyadi . 29 Januari 2026 . 11:39:39

Anemia masih menjadi persoalan kesehatan yang membayangi perempuan Indonesia, terutama wanita usia subur (WUS). Kondisi ini bukan sekadar ditandai oleh rasa lelah dan pusing, tetapi juga berdampak luas pada produktivitas, kualitas hidup, hingga kesiapan kesehatan perempuan sebelum memasuki masa kehamilan. Di balik tingginya angka anemia, kekurangan zat besi menjadi penyebab utama yang masih sulit diatasi secara optimal. Sebuah penelitian di Kota Gorontalo memberikan gambaran baru tentang strategi penanggulangan anemia yang lebih efektif. Penelitian ini membandingkan tiga intervensi sederhana namun relevan bagi masyarakat, yaitu tablet zat besi, tablet zat besi yang dikombinasikan dengan kurma, dan sari kurma, dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada wanita usia subur.

Anemia Bukan Masalah Ringan

Data nasional menunjukkan bahwa hampir sepertiga wanita usia produktif di Indonesia mengalami anemia. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena anemia pada masa pra-kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi saat hamil dan melahirkan. Selain itu, anemia juga berpengaruh pada konsentrasi, daya tahan tubuh, serta kemampuan perempuan dalam menjalankan peran sosial dan ekonomi. Pemerintah telah lama mendorong program pemberian tablet tambah darah. Namun, masalah kepatuhan konsumsi dan variasi respons tubuh terhadap suplemen menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, inovasi pendekatan nutrisi yang lebih mudah diterima dan efektif menjadi kebutuhan mendesak.

Tiga Intervensi, Satu Tujuan

Penelitian ini melibatkan 45 wanita usia subur penderita anemia yang dibagi ke dalam tiga kelompok. Selama 14 hari, masing-masing kelompok menerima intervensi berbeda: tablet zat besi, tablet zat besi kombinasi kurma, dan sari kurma. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi untuk menilai efektivitas masing-masing perlakuan. Hasilnya menunjukkan bahwa ketiga intervensi sama-sama mampu meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan. Namun, besarnya peningkatan tidak sama di setiap kelompok.

Kombinasi Zat Besi dan Kurma Paling Optimal

Kelompok yang menerima tablet zat besi mengalami peningkatan kadar hemoglobin yang bermakna. Temuan ini menegaskan bahwa suplementasi zat besi tetap menjadi tulang punggung dalam penanganan anemia defisiensi besi. Menariknya, kelompok yang menerima tablet zat besi kombinasi kurma menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin paling tinggi dibandingkan dua kelompok lainnya. Kombinasi ini dinilai memberikan efek sinergis. Zat besi berperan langsung dalam pembentukan hemoglobin, sementara kurma mengandung vitamin C, asam folat, dan antioksidan yang membantu meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh. Sementara itu, kelompok yang mengonsumsi sari kurma juga mengalami peningkatan kadar hemoglobin, meskipun besarnya lebih rendah dibandingkan dua kelompok lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa sari kurma dapat menjadi alternatif pendamping, terutama bagi individu yang mengalami efek samping atau kesulitan mengonsumsi tablet zat besi.

Pendekatan Nutrisi yang Lebih Ramah

Secara ilmiah, hasil penelitian ini memperkuat pemahaman bahwa penanganan anemia tidak harus bergantung pada satu pendekatan tunggal. Tablet zat besi efektif, tetapi sering kali menimbulkan keluhan seperti mual atau konstipasi. Penambahan bahan pangan alami seperti kurma dapat meningkatkan efektivitas sekaligus kenyamanan konsumsi. Bagi masyarakat, pendekatan ini juga lebih mudah diterima karena kurma merupakan bahan pangan yang familiar, terjangkau, dan memiliki nilai gizi tambahan. Kombinasi suplementasi medis dan pangan fungsional membuka peluang strategi pencegahan anemia yang lebih berkelanjutan.

Implikasi bagi Program Kesehatan

Temuan ini memberikan pesan penting bagi program kesehatan masyarakat. Upaya pencegahan anemia pada wanita usia subur perlu dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya dengan membagikan tablet zat besi, tetapi juga dengan edukasi gizi dan pemanfaatan sumber pangan lokal yang mendukung penyerapan zat besi. Pendekatan yang lebih fleksibel dan kontekstual berpotensi meningkatkan kepatuhan konsumsi serta efektivitas program penanggulangan anemia, khususnya di tingkat puskesmas dan komunitas.

Kesimpulan

Anemia pada wanita usia subur masih menjadi masalah kesehatan yang nyata dan berdampak luas. Penelitian ini menunjukkan bahwa tablet zat besi, tablet zat besi kombinasi kurma, dan sari kurma sama-sama efektif meningkatkan kadar hemoglobin. Namun, kombinasi tablet zat besi dan kurma terbukti memberikan hasil paling optimal. Dengan pendekatan nutrisi yang tepat dan mudah diterapkan, upaya pencegahan anemia dapat dilakukan lebih efektif, berkelanjutan, dan ramah bagi masyarakat. Anemia bukan sekadar persoalan medis, tetapi investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kualitas hidup perempuan Indonesia.

Source: https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2390/1242

Author: Adiba Said, Sunarto Kadir, Vivien Novarina A. Kasim

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran