Transformasi Digital Desa Hutadaa, FK UNG Perkuat Mitigasi Bencana Kesehatan Berbasis Teknologi

Oleh: Jesica Mulyadi . 21 April 2026 . 08:54:57

Gorontalo — Transformasi digital di sektor kesehatan berbasis masyarakat terus didorong melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) menginisiasi pengembangan sistem mitigasi bencana kesehatan berbasis teknologi QR Code di Desa Hutadaa, Kabupaten Gorontalo, sebagai bagian dari implementasi kerja sama lintas sektor dan penguatan kapasitas masyarakat. Program ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kecamatan Telaga Jaya dan FK UNG, sekaligus implementasi aktualisasi Pelatihan Dasar (Latsar) yang menitikberatkan pada inovasi pelayanan publik berbasis digital. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026, di Perpustakaan Desa Hutadaa dan diikuti oleh unsur pemerintah, akademisi, serta masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Telaga Jaya, Ronal Mertiarto Abdini, Kepala Desa Hutadaa yang diwakili Sekretaris Desa NurAin Jasin, serta jajaran FK UNG yang diwakili Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, Zuhriana K. Yusuf. Turut hadir dosen, kader kesehatan, dan masyarakat yang mengikuti kegiatan dengan antusias. Dalam sambutannya, pihak FK UNG menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana, khususnya di wilayah yang memiliki kerentanan tinggi. Selain sosialisasi, program ini akan dilanjutkan dengan simulasi bencana banjir yang melibatkan tim Basarnas dan mahasiswa profesi dokter sebagai bagian dari penguatan kapasitas respons lapangan.

Sementara itu, Camat Telaga Jaya menyebut Desa Hutadaa sebagai model kolaborasi antara pemerintah kecamatan dan institusi pendidikan dalam pengembangan sistem mitigasi berbasis kesehatan. Sinergi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi situasi darurat. Materi teknis disampaikan oleh dosen FK UNG, Sitty Fadhilla Fitrianty Lahay, yang memaparkan konsep mitigasi berbasis QR Code. Sistem ini memungkinkan masyarakat mengakses informasi kesehatan darurat, panduan penanganan awal, hingga data penting hanya melalui pemindaian kode, sehingga mempercepat respons saat terjadi bencana.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan keterlibatan kader kesehatan desa yang diproyeksikan menjadi penggerak utama implementasi di tingkat komunitas. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai aktor kunci dalam sistem mitigasi berbasis teknologi. Melalui program ini, FK UNG menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung agenda transformasi digital nasional, khususnya pada sektor kesehatan berbasis masyarakat. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menciptakan model mitigasi bencana yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan di tingkat desa.

Informasi

Agenda