Banjir tidak hanya meninggalkan kerusakan lingkungan dan kerugian materi, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit menular. Meski air telah surut, ancaman penyakit justru sering muncul pada fase pascabencana. Lingkungan yang lembap, genangan air kotor, serta keterbatasan air bersih dan sanitasi menjadi faktor utama penyebaran penyakit di masyarakat. Oleh karena itu, edukasi mengenai penyakit akibat banjir menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Mengapa Penyakit Mudah Muncul Setelah Banjir?Air banjir umumnya bercampur dengan lumpur, sampah, kotoran hewan, dan limbah rumah tangga. Kondisi ini menjadi media ideal bagi bakteri, virus, dan parasit untuk berkembang. Selain itu, genangan air pascabanjir juga menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab penyakit. Tanpa kewaspadaan dan perilaku hidup bersih, masyarakat berisiko tinggi mengalami berbagai gangguan kesehatan.
Penyakit yang Sering Terjadi PascabanjirSalah satu penyakit berbahaya pascabanjir adalah leptospirosis, yang disebabkan oleh bakteri dari urine hewan, terutama tikus. Bakteri ini masuk ke tubuh melalui luka kecil di kulit atau selaput mata. Gejala khasnya meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala berat, nyeri otot terutama pada betis, serta mata merah. Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan air banjir dan menutup luka dengan plester tahan air. Selain itu, banjir juga meningkatkan risiko demam berdarah dengue (DBD). Genangan air sisa banjir menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Gejala DBD antara lain demam tinggi selama 2–7 hari, nyeri belakang mata, dan muncul bintik merah di kulit. Masyarakat perlu waspada pada fase kritis ketika demam turun tetapi kondisi tubuh justru melemah. Pencegahan dilakukan melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, serta menggunakan kelambu atau obat nyamuk.
Diare juga sering muncul akibat konsumsi air dan makanan yang terkontaminasi. Penyakit ini berbahaya karena dapat menyebabkan dehidrasi, terutama pada anak-anak. Jika mengalami diare, masyarakat dianjurkan segera minum oralit dan memberikan tablet zinc pada anak usia di bawah lima tahun sesuai anjuran.
Selain itu, penyakit kulit seperti gatal dan infeksi jamur banyak ditemukan pascabanjir. Penyakit ini dipicu oleh kondisi kulit yang lembap dan kontak dengan air kotor. Tindakan pencegahan meliputi mandi dan mengeringkan tubuh setelah terkena air banjir, mengganti pakaian basah dengan pakaian kering, serta menghindari menggaruk area yang gatal.
Lima Langkah Sehat PascabanjirUntuk menekan risiko penyakit, masyarakat dianjurkan menerapkan lima langkah sehat pascabanjir. Pertama, cuci tangan pakai sabun sebelum makan, setelah buang air besar, dan setelah membersihkan lingkungan. Kedua, olah air minum dengan benar dengan merebus air hingga mendidih minimal tiga hingga lima menit. Ketiga, konsumsi makanan matang dan tertutup agar terhindar dari lalat dan kuman. Keempat, gunakan alas kaki saat beraktivitas di lingkungan yang berlumpur atau tergenang. Kelima, bersihkan lingkungan rumah dengan membuang sampah dan menggunakan disinfektan bila diperlukan.
Kapan Harus ke Fasilitas Kesehatan?Masyarakat dianjurkan segera mengunjungi posko kesehatan atau puskesmas terdekat jika mengalami gejala seperti demam, menggigil, diare, muntah, sakit perut, batuk dan sesak napas, ruam atau luka bernanah pada kulit, mata merah, nyeri otot hebat, atau luka yang sulit sembuh akibat kontak dengan air banjir. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
PenutupBanjir boleh surut, tetapi ancaman penyakit tidak boleh diabaikan. Dengan mengenali jenis penyakit pascabanjir, memahami gejala awal, dan menerapkan langkah pencegahan sederhana, masyarakat dapat melindungi diri dan keluarga dari risiko kesehatan yang lebih besar. Edukasi kesehatan dan kewaspadaan bersama menjadi kunci utama untuk pulih dan bangkit lebih sehat setelah bencana.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran