
GORONTALO – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan kedokteran melalui penyempurnaan Kurikulum Program Studi Profesi Dokter. Sebagai bagian dari siklus penjaminan mutu akademik, FK UNG menyelenggarakan Workshop Internal Evaluasi Kurikulum Program Studi Profesi Dokter pada Minggu, 5 Juli 2026, bertempat di UTC Damhil, Universitas Negeri Gorontalo. Workshop ini dihadiri oleh Dekan FK UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. dr. Vivien Novarina A. Karim, M.Kes., Koordinator Program Studi Profesi Dokter, Dr. dr. Sri Andriani Ibrahim, M.Kes., para kepala departemen, pengelola blok, serta tim kepaniteraan klinik sebagai bagian dari proses evaluasi dan penyempurnaan kurikulum profesi dokter.
Dalam sambutannya, Dekan FK UNG menyampaikan bahwa Program Studi Profesi Dokter telah memasuki periode evaluasi kurikulum kelima, sehingga diperlukan revisi kurikulum yang mampu menjawab perkembangan ilmu kedokteran, kebutuhan pelayanan kesehatan, serta tuntutan Standar Pendidikan Profesi Dokter Indonesia. Evaluasi dilakukan berdasarkan implementasi kurikulum selama periode Februari hingga Mei 2025 dan 2026, yang melibatkan departemen, wahana pendidikan, dan alumni sebagai dasar penyusunan kurikulum yang lebih adaptif dan berorientasi pada pencapaian kompetensi dokter umum yang profesional. Pada sesi pertama, Ketua Penjaminan Mutu FK UNG, dr. Abdi Dzul Ikram Hasanuddin, M.Biomed., memaparkan hasil evaluasi kurikulum Program Studi Profesi Dokter yang diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama departemen, wahana pendidikan, dan alumni. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah isu strategis yang perlu mendapat perhatian, di antaranya belum meratanya pemahaman terhadap Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) di setiap stase, perlunya standarisasi instrumen asesmen, keterbatasan variasi kasus di beberapa wahana pendidikan, serta kebutuhan peningkatan jumlah pembimbing klinik dan sarana pembelajaran. Selain itu, sistem logbook, monitoring pembelajaran, dan pelaporan profesionalisme mahasiswa juga menjadi bagian yang direkomendasikan untuk diperkuat dalam kurikulum baru.
Lebih lanjut, hasil evaluasi juga menghasilkan sejumlah rekomendasi tindak lanjut, antara lain penyusunan matriks keterkaitan CPL dengan aktivitas klinik dan asesmen pada setiap stase, standarisasi rubrik penilaian OSCE, Mini-CEX, DOPS, Case-Based Discussion (CBD), komunikasi, profesionalisme, patient safety, serta penyempurnaan logbook klinik. Pengembangan wahana pendidikan melalui penambahan rumah sakit jejaring, puskesmas pendidikan, laboratorium keterampilan klinik, dan penguatan metode bedside teaching juga menjadi prioritas dalam revisi kurikulum profesi dokter FK UNG. Sementara itu, Tim Medical Education Unit (MEU) FK UNG, dr. Dewi Nurindah Panai, MHPE, menyampaikan materi mengenai contoh asesmen profesi dokter dan jenis-jenis asesmen dalam pendidikan profesi dokter. Ia menjelaskan bahwa asesmen dalam pendidikan profesi dokter bukan sekadar proses pemberian nilai, melainkan mekanisme untuk memastikan mahasiswa berkembang menjadi dokter yang kompeten, profesional, serta mampu memberikan pelayanan yang aman bagi pasien. Asesmen juga berfungsi sebagai sarana memberikan umpan balik, menjamin ketercapaian kompetensi, dan menjadi dasar pengambilan keputusan kelulusan.
Dalam pemaparannya dijelaskan berbagai bentuk asesmen yang diterapkan dalam pendidikan profesi dokter, mulai dari asesmen diagnostik, formatif, sumatif, hingga asesmen berbasis praktik klinik (workplace-based assessment). Berbagai instrumen seperti Mini-Clinical Evaluation Exercise (Mini-CEX), Direct Observation of Procedural Skills (DOPS), Case-Based Discussion (CBD), Objective Structured Clinical Examination (OSCE), logbook, portofolio, dan Multi-Source Feedback (MSF) diperkenalkan sebagai metode yang saling melengkapi dalam menilai pengetahuan, keterampilan klinik, kemampuan komunikasi, profesionalisme, penalaran klinis, serta performa mahasiswa di wahana pendidikan. Selain membahas instrumen asesmen, peserta juga memperoleh contoh implementasi asesmen di berbagai wahana pendidikan, seperti bangsal, poliklinik, instalasi gawat darurat, dan puskesmas. Materi tersebut menekankan pentingnya observasi langsung, pemberian umpan balik yang cepat dan terstruktur, serta dokumentasi perkembangan kompetensi mahasiswa sebagai bagian dari sistem pembelajaran berbasis kompetensi.
Workshop internal ini menjadi tahapan awal dalam proses penyempurnaan kurikulum Program Studi Profesi Dokter FK UNG. Seluruh hasil evaluasi, rekomendasi, dan rumusan yang dihasilkan akan dibahas kembali pada Workshop Eksternal yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 dengan menghadirkan pakar pendidikan kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin sebagai narasumber eksternal. Selanjutnya, kurikulum hasil revisi ditargetkan mulai diterapkan pada Februari 2027 setelah melalui proses validasi dan penyempurnaan. Melalui workshop ini, FK UNG menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan profesi dokter melalui kurikulum yang adaptif, sistem asesmen yang objektif, serta pembelajaran klinik yang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pelayanan kesehatan. Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan dokter yang unggul, profesional, dan siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di tingkat nasional maupun global.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran