Menjaga Kesehatan Tak Cukup dengan Obat: Saat Dakwah dan Pelayanan Kesehatan Bersatu untuk Masyarakat

Oleh: Jesica Mulyadi . 10 Juli 2026 . 21:35:53

Di tengah kehidupan modern yang semakin cepat dan penuh tekanan, kesehatan masyarakat tidak lagi dapat dipandang hanya dari sisi fisik. Banyak orang datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan tekanan darah tinggi, kelelahan, gangguan tidur, hingga kecemasan yang sebenarnya dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan spiritual. Karena itu, muncul pertanyaan penting: apakah menjaga kesehatan cukup hanya dengan pengobatan?

Sebuah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo memberikan jawaban menarik. Melalui program "Subuh Menyala Edisi Spesial Milad Muhammadiyah ke-113" bertema "Jangan Cemas, Tenang Aja", masyarakat diajak memahami bahwa kesehatan jasmani dan rohani merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Menurut penulis, pendekatan seperti ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Selama bertahun-tahun, pembangunan kesehatan lebih banyak berfokus pada aspek kuratif atau pengobatan. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa stres, kecemasan, dan tekanan hidup turut berkontribusi terhadap munculnya berbagai penyakit fisik maupun gangguan kesehatan mental.

Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al-Muqarrabin, Kota Gorontalo, pada Oktober 2025 tersebut memadukan kajian keagamaan dengan pelayanan kesehatan gratis. Peserta tidak hanya mengikuti salat subuh berjamaah dan kajian Islam, tetapi juga memperoleh pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta edukasi mengenai pola hidup sehat.

Lebih dari 50 warga mengikuti kegiatan kajian keagamaan, sementara 37 orang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan oleh tim medis dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan beberapa kasus hipertensi ringan yang kemudian langsung diberikan edukasi dan arahan medis.

Temuan ini memperlihatkan satu kenyataan yang sering terjadi di masyarakat. Banyak orang merasa sehat karena tidak mengalami keluhan berat, tetapi ketika dilakukan pemeriksaan sederhana, ternyata sudah memiliki faktor risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi. Kondisi ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Namun, yang menarik dari kegiatan ini bukan hanya layanan kesehatannya. Kajian bertema "Jangan Cemas, Tenang Aja" memberikan ruang bagi masyarakat untuk membicarakan kecemasan, tekanan hidup, dan kesehatan mental dari sudut pandang keagamaan. Peserta secara aktif berbagi pengalaman mengenai tantangan hidup yang mereka hadapi serta bagaimana nilai-nilai spiritual membantu mereka memperoleh ketenangan batin.

Dalam pandangan penulis, pendekatan seperti ini memiliki kekuatan yang sering kali tidak dimiliki oleh program kesehatan konvensional. Ketika pesan kesehatan disampaikan melalui ruang-ruang keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, penerimaannya menjadi lebih mudah. Masyarakat tidak merasa sedang "diceramahi" tentang penyakit, tetapi diajak memahami bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan kehidupan sosial dan religius yang sangat kuat. Karena itu, masjid, gereja, pura, vihara, maupun rumah ibadah lainnya sebenarnya dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas keagamaan mampu memperkuat dukungan sosial, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mendorong perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Provinsi Gorontalo serta organisasi Muhammadiyah untuk menghadirkan layanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Kolaborasi seperti ini membuktikan bahwa peningkatan derajat kesehatan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau tenaga kesehatan semata. Dibutuhkan keterlibatan organisasi sosial, lembaga pendidikan, dan komunitas keagamaan agar dampaknya lebih luas.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa kedokteran. Mereka terlibat langsung dalam pemeriksaan kesehatan, edukasi masyarakat, serta konsultasi kesehatan sehingga memperoleh pengalaman lapangan yang tidak selalu didapatkan di ruang kuliah.

Pada akhirnya, kegiatan ini menyampaikan pesan sederhana tetapi sangat penting: kesehatan yang sesungguhnya tidak hanya diukur dari tekanan darah normal atau hasil laboratorium yang baik. Kesehatan juga berkaitan dengan ketenangan pikiran, kekuatan spiritual, hubungan sosial yang sehat, dan kemampuan seseorang menghadapi tekanan hidup.

Sources: https://jurnal.pustakabangsaindonesia.com/index.php/pbijpkm/article/view/182/165

Author: Novia Martin, Zuhriana K. Yusuf, Hazen Masrafat, Ryskina Fatimah Siregar, Riska Nuryana, Jesica Mulyadi, Sulaiman Putra Nagaring

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran