
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana melalui penyelenggaraan Training of Facilitator (ToF) Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) Tahun 2026. Pelatihan yang berlangsung pada 6–10 Juli 2026 di Training Center Ina-DRTG BNPB, Bogor, Jawa Barat, menjadi bagian dari strategi nasional untuk menyiapkan fasilitator yang kompeten dalam mendukung proses pengkajian kebutuhan pascabencana sebagai dasar penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi di Indonesia. Sebanyak 40 peserta terpilih mengikuti pelatihan tersebut setelah melalui proses seleksi yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB. Para peserta berasal dari berbagai instansi strategis, meliputi BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), serta unsur akademisi. Di antara puluhan peserta yang berasal dari berbagai lembaga tersebut, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang dipercaya mengikuti pelatihan nasional ini. UNG diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Kedokteran, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., sekaligus sebagai ketua divisi kebencanaan Pusat Studi Kedokteran, Kesehatan, dan Kebencanaan LPPM UNG, yang tercantum sebagai peserta mewakili Universitas Negeri Gorontalo.
Keikutsertaan UNG menjadi pengakuan terhadap kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda nasional penguatan kapasitas penanggulangan bencana. Di tengah meningkatnya tantangan bencana di Indonesia, keterlibatan akademisi dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menghasilkan kebijakan maupun praktik penanggulangan bencana yang berbasis ilmu pengetahuan. Sebagai bentuk dukungan institusi terhadap peningkatan kompetensi dosen, Universitas Negeri Gorontalo melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menerbitkan surat tugas kepada Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes. untuk mengikuti rangkaian pelatihan yang diselenggarakan BNPB. Penugasan tersebut mencerminkan komitmen UNG dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperluas jejaring kerja sama nasional di bidang kebencanaan.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan komprehensif mengenai manajemen pemulihan pascabencana, konsep dan metodologi pengkajian kebutuhan pascabencana, teknik pengumpulan dan analisis data lintas sektor, pembelajaran orang dewasa (adult learning), teknik fasilitasi, hingga praktik microteaching. Seluruh materi dirancang untuk menghasilkan fasilitator yang mampu mendampingi pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun dokumen pengkajian kebutuhan pascabencana secara sistematis, akurat, dan sesuai standar nasional. Bagi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo, partisipasi dalam pelatihan nasional ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas akademisi dalam bidang kesehatan dan kebencanaan. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana serta percepatan pemulihan wilayah terdampak.
Kepercayaan yang diberikan BNPB kepada UNG juga menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ketangguhan bangsa. Melalui sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga penanggulangan bencana, diharapkan lahir lebih banyak inovasi, kolaborasi, dan sumber daya manusia yang mampu mendukung terwujudnya sistem penanggulangan bencana nasional yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran