Minuman Berwarna dan Ginjal Anak: Pelajaran Penting dari Sebuah Penelitian di Gorontalo

Oleh: Jesica Mulyadi . 5 Juli 2026 . 21:08:19

Di tengah maraknya minuman berwarna yang dijual di sekitar sekolah, sebuah penelitian dari para akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengingatkan kita bahwa kebiasaan sederhana yang sering dianggap sepele dapat berdampak pada kesehatan anak di masa depan. Penelitian tersebut menyoroti pentingnya edukasi kesehatan sejak dini untuk meningkatkan kesadaran anak-anak mengenai bahaya konsumsi minuman berwarna secara berlebihan terhadap kesehatan ginjal.

Fenomena minuman berwarna bukanlah hal baru di Indonesia. Produk dengan warna mencolok, rasa manis, dan harga terjangkau masih menjadi favorit anak-anak. Namun, di balik daya tarik tersebut terdapat berbagai zat aditif, termasuk pewarna sintetis dan pemanis buatan, yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat memberikan beban tambahan bagi organ tubuh, terutama ginjal yang berfungsi menyaring zat-zat sisa dan racun dari dalam tubuh.

Masalah kesehatan ginjal pada anak juga bukan isu yang bisa dianggap ringan. Data yang dikutip dalam penelitian menunjukkan bahwa Indonesia pernah menghadapi ratusan kasus gangguan ginjal akut pada anak dengan angka kematian yang tinggi. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat anak, termasuk sekolah dan keluarga.

Penelitian yang dilakukan di SD Negeri 14 Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, menemukan bahwa sebelum mendapatkan edukasi, sebagian besar siswa belum memahami secara memadai bahaya minuman berwarna bagi kesehatan ginjal. Dari 48 siswa yang menjadi responden, lebih dari separuh memiliki tingkat pengetahuan yang rendah terkait fungsi ginjal maupun risiko konsumsi minuman berwarna secara rutin.

Menariknya, para peneliti tidak menggunakan metode ceramah biasa. Mereka memilih media video animasi yang dirancang sesuai dengan karakteristik anak-anak. Video berdurasi sekitar empat menit tersebut menyampaikan informasi mengenai fungsi ginjal, kandungan berbahaya dalam minuman berwarna, serta dampak kesehatan yang dapat muncul jika kebiasaan tersebut terus dilakukan.

Hasilnya cukup menggembirakan. Setelah menyaksikan video animasi dan mengikuti sesi diskusi, tingkat pengetahuan siswa meningkat secara signifikan. Jumlah siswa yang memiliki pengetahuan baik melonjak dari hanya 10,5 persen menjadi 77 persen. Secara statistik, peningkatan tersebut terbukti signifikan sehingga menunjukkan bahwa media video animasi efektif sebagai sarana edukasi kesehatan bagi anak usia sekolah dasar.

Temuan ini memberikan pesan penting bagi dunia pendidikan dan kesehatan di Indonesia. Selama ini, berbagai program edukasi kesehatan sering kali masih mengandalkan metode penyuluhan konvensional yang kurang menarik bagi anak-anak. Padahal, generasi saat ini tumbuh dalam lingkungan digital yang akrab dengan visual bergerak, animasi, dan cerita interaktif. Ketika pesan kesehatan dikemas dengan cara yang sesuai dengan dunia mereka, pemahaman dapat meningkat jauh lebih cepat.

Lebih jauh lagi, penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku sehat tidak bisa hanya dibebankan kepada anak. Sekolah, orang tua, pedagang, dan pemerintah daerah memiliki peran yang sama penting. Sekolah perlu memastikan kantin menyediakan pilihan minuman yang lebih sehat. Orang tua perlu membiasakan anak membawa air minum dari rumah. Sementara itu, pengawasan terhadap peredaran jajanan dan minuman yang mengandung bahan berisiko perlu terus diperkuat.

Pada akhirnya, persoalan minuman berwarna bukan sekadar tentang pilihan jajanan anak di waktu istirahat. Ini adalah bagian dari upaya besar untuk membangun generasi yang lebih sehat dan lebih sadar terhadap pentingnya menjaga organ tubuh sejak usia dini. Penelitian dari Gorontalo ini memberikan bukti bahwa edukasi yang kreatif dan mudah dipahami dapat menjadi salah satu solusi efektif untuk membentuk kebiasaan hidup sehat di kalangan anak-anak Indonesia.

Sources: https://www.jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/8259/5729

Author: Zihan Pratiwi Ali, Nanang Roswita Paramata, Andi Mursyidah

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran